Breaking News:

Ekspor Karet di Sumut Bermasalah Hingga Anjlok 12,3 Persen Karena Persoalan Ini

Ekspor karet di Sumut mengalami masalah akhir-akhir ini. Terjadi penurunan hingga 12,3 persen

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
Getah karet 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Ekspor karet di Sumut bermasalh.

Dari penuturan Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah, permasalahan muncul lantaran adanya penundaan pengapalan di pelabuhan penghubung.

Sejumlah kapal masih penuh, sehingga muatan tidak bisa masuk untuk diangkut.

"Delay Shipment (penundaan pengapalan) karet ekspor masih terus berlangsung akibat mother vessel pengangkut karet yang ada di transhipment port (pelabuhan penghubung) penuh," ungkap Edy Irwansyah, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: KINERJA Ekspor-Impor di Pelindo I Meningkat, Kelapa Sawit dan Karet Mendominasi

Dikatakan Edy, ada tiga negara yang terhubung ke pelabuhan penghubung, diantaranya Pelabuhan Singapore, Pelabuhan Tanjung Pelepas Malaysia, dan Pelabuhan Klang Malaysia.

Terkait penundaan kapal ini, Edy mengakui bahwa masih terpengaruh dalam masa Pandemi Covid-19.

Adapun kendala yang dialami Gapkindo Sumut, tak hanya kapasitas Mother Vessel yang penuh namun juga akibat terbatasnya ketersediaan metalbox untuk palet kemasan karet.

Lanjut Edy, akibat penundaan pengapalan ini volume ekspor karet alam Sumut yang didominasi karet remah (crumb rubber) dengan jenis SIR20 itu pada Agustus 2021 melemah lagi dibanding posisi pada bulan Juli.

Baca juga: Per Mei 2021, Ekspor Karet dari Sumut Anjlok

Berdasarkan data dari Gapkindo Sumut, Ekspor karet Sumut pada Agustus turun 12,3 persen dari posisi bulan Juli yang saat ini menjadi 27.323 ton. 

Jika dilihat dari negara terbesar, ekspor karet Sumut masih didominasi ke Jepang sebesar 30,6 persen, Brazil (13,74 persen), Amerika Serikat (9,67 persen), Kanada 5,58 (persen), dan India (4,8 persen).

Walaupun menurun di bulan Agustus, Edy mengatakan jika dihitung secara total, volume ekspor selama Januari-Agustus 2021 tercatat masih mengalami kenaikan 2 persen dibanding tahun lalu dengan periode yang sama menjadi 245.747 ton.

"Ada kekhawatiran ekspor di September dan bulan kedepannya melemah karena pabrik pengolahan karet di Sumut saat ini sedang menghadapi keterbatasan pasokan bahan baku akibat sedang dilanda musim hujan," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved