Breaking News:

Liga Champions

GERARD Pique Geram pada Suporter Barcelona setelah Dipermalukan Bayern Munchen 3-0 di Kandang

Para fans Catalans tampak marah dengan penampilan pemain 29 tahun tersebut yang berperan sebagai wing-back kanan.

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Randy P.F Hutagaol
Twitter
Bek Barcelona Gerard Pique usai ditaklukkan Bayern Munchen. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bek senior Barcelona Gerard Pique sakit hati atas perlakuan para suporter Catalans usai dibantai Bayern Munchen 0-3 di Camp Nou, Rabu (15/9/2021).

Pemain 34 tahun ini mengaku geram mendengar para fans Barcelona mengejek rekan setimnya Sergi Roberto saat laga masih berlangsung.

Para fans Catalans tampak marah dengan penampilan pemain 29 tahun tersebut yang berperan sebagai wing-back kanan.

Ejekan dari fans tersebut terjadi saat Sergi Roberto ditarik keluar pada menit ke-59, dan para fans pun meneriakinya dengan berbagai ejekan.

Dalam pembelaanya terhadap Sergi Roberto, Suami Shakira ini menyebut Roberto bermain tidak di posisi dia sebenarnya yaitu sebagai seorang gelandang.

"Itu sangat menyakiti saya secara pribadi, sebab saya tahu anak ini. Saya juga ingin mengingatkan bahwa dia bukanlah seorang full-back. Dia adalah pemain sentral, seorang gelandang," tegas Pique kepada Movistar dikutip dari Goal.com.

Bagi Pique, Roberto sudah banyak berkorban agar bisa tampil di posisi yang bukan sejatinya.

Dan sudah berlatih dengan sangat keras.

"Dia adalah sosok yang luar biasa dan dia mencintai klub ini lebih dari siapa pun. Dia berkorban untuk bermain di posisi ini dan dia melakukannya dengan fenomenal di banyak kesempatan," tuturnya.

Pique juga mengakui bahwa suporter bisa bebas memberikan pendapat terkait penampilan pemain, namun kejadian pada Roberto membuatnya sakit hati.

"Itu benar-benar menyakitkan, tapi orang-orang bisa dengan bebas menyuarakan opini mereka, tapi jika Anda bertanya kepada saya secara pribadi, itu benar-benar melukai," katanya.

Kekalahan Barceloa ini menorekan menorehkan catatan buruk di tiga laga di kandang sendiri secara beruntun di ajang Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Bahkan anak asuh Ronald Koeman ini juga gagal membuat shot on target untuk pertama kalinya di Liga Champions sejak musim 2003/04.

(vic/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved