Breaking News:

News Video

Pemkab Toba Berikan Klarifikasi Soal Tudingan Bibit Jagung Palsu

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Toba Audi Murphy Sitorus memberikan keterangan. Ia menepis bahwa bibit yang mereka salurkan tersebut palsu.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ade Saputra

Pemkab Toba Berikan Klarifikasi Soal Tudingan Bibit Jagung Palsu

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA – Setelah pembagian dan penanaman bibit jagung berjalan hampir dua bulan, tudingan bibit palsu pun bermunculan di tengah masyarakat. Hal ini santer dibicarakan di media sosial.

Bibit jagung yang disebut Pioner 32 Cap Singa ini diberikan kepada petani dengan tujuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di daerah Toba. Bibit yang disediakan Pemkab Toba sekitar 50 ton.

Terkait adanya tudingan bibit palsu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Toba Audi Murphy Sitorus memberikan keterangan. Ia menepis bahwa bibit yang mereka salurkan tersebut palsu.

“Kami mengetahui isu-isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat di Kabupaten Toba ini, secara khusu mengenai kebijakan pemulihan ekonomi nasional daerah yang ditempuh oleh pemerintah Kabupaten Toba dalam hal pertanaman jagung,” ujar Sekdakab Toba saat konferensi pers pada Selasa (14/9/2021).

Ia menyebutkan bahwa pihaknya mendatangkan distributor jagung tersebut dan tim dari perusahaan yang menyediakan bibit jagung tersebut yakni Corteva.

Setelah turun ke lapangan, ia menjelaskan bahwa pihak penyedia menyampaikan bahwa bibit tersebut asli.

“Kita sudah berusaha mengambil atau mengadakan bibit jagung yang terbaik yaitu P32 Cap Singa. Disebutkan ada isu-isu yang mengatakan bahwa itu adalah tidak asli. Maka kita mendatangkan sendiri distributor jagung tersebut supaya turun ke lapangan dsan melihat apakah benar jagung itu asli atau tidak,” terangnya.

“Nah, sehingga dari Corteva sudah mendatangkan timnya ke lapangan, termasuk dengan memeriksa bungkus atau kemasan jagung yang dibagikan. Dan setiap kemasan itu nomornya ada sama mereka dan mereka sebutkan bahwa itu adalah asli produk mereka,” sambungnya.

Dengan demikian, ia tetap menepis tudingan bibit tersebut palsu.

“Jadi, kami pikir ini satu cara yang menyatakan bahwa apakah bibit jagung yang dibagikan tersebut palsu atau tidak. Mereka sendiri yang mengatakan bahwa itu asli,” pungkasnya

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved