Breaking News:

News Video

Perwakilan Penyedia Bibit Jagung Beri Keterangan Setelah Tudingan Bibit Palsu Merebak di Medsos

Melalui zoom, Nasir Namira, perwakilan perusahaan penyedia bibit jagung tersebut memberikan keterangan bahwa bibit yang mereka salurkan adalah asli.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ade Saputra

Perwakilan Penyedia Bibit Jagung Beri Keterangan Setelah Tudingan Bibit Palsu Merebak di Medsos

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA - Penyedia bibit jagung yang disalurkan Pemkab Toba bagi para petani guna melancarkan program pemulihan ekonomi nasional di daerah memberikan keterangan pascamerebaknya isu bibit jagung palsu. Bibit jagung yang disediakan pihak Pemkab Toba sebanyak 50 ton dengan estimasi biaya pembelian sekitar Rp 6 Miliar.

Melalui zoom, Nasir Namira, seorang yang disebut-sebut dari perwakilan perusahaan Corteva atau penyedia bibit jagung tersebut memberikan keterangan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan ke lapangan selam dua hari, yakni tanggal 8 hingga 9 September 2021.

Setelah kunjungan dua hari tersebut, pihaknya mendapatkan hasil bahwa bibit yang mereka salurkan ke Pemkab Toba adalah asli.

“Kami ingin menyatakan terkait isu bibit jagung kami yang digunakan untuk program pemerintah Kabupaten Toba yaitu P32 Singa, dengan ini saya menyampaikan bahwa berdasarkan kunjungan lapangan yang kami lakukan selama beberapa hari terakhir dari Kabupaten Toba, kami menemukan dan mengkonfirmasikan bahwa beni jagung P32 Singa yang selama ini digunakan dalam program pemerintah kabupaten Toba adalah bibit asli,” ujar Nasir Namira pada Selasa (14/9/2021).

Ia juga menyinggung soal pendistribusian yang mereka lakukan sehubungan dengan pengadaan bibit jagung ke Pemkab Toba.

“Dan hasil investigasi lapangan tersebut tidak ditemukan benih P32 yang palsu yang dibagikan Dinas Pertanian Kabupaten Toba dan dirinya mengatakan bahwa benih P32 tersebut asli dan sesuai dengan nomor yang diberikan dari distributor resmi,” sambungnya.

“Dan juga selama ini juga didistribusikan dengan distribusi yang resmi,” sambungnya.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan bahwa produksi mereka melalui proses test kualitas.

“Tidak mungkin hasil produksi kami keluar dari proses produksi tanpa test kualitas yang ketat dan itu semua ada sertifikatnya,” terangya.

Dalam konferensi pers tersebut, pihaknya jug menunjukkan hasil investigasi yang dilakukan selama dua hari.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved