Breaking News:

Rampok Rumah Hingga Rugikan Puluhan Juta, Boyke Si Penjaga Malam Dihukum 4 Tahun Penjara

Sedangkan dalam pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menyebabkan korban mengalami kerugian

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/GITA 
Sidang perkara pencurian dengan terdakwa Boyke Ardila di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (15/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Nekat rampok rumah orang hingga merugi puluhan juta, Boyke Ardila warga Jalan Brigjend Katamso Gang Sempurna, Kecamatan Medan Maimun kini dituntut 4 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (15/9/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Risqi Darmawan menilai, lelaki 40 tahun itu terbukti bersalah melakukan pencurian di dalam rumah korban Hendrik.

Baca juga: Tia AFI Masih Simpan Hadiah Mobil Saat Juarai Ajang Pencarian Bakat, Alasannya Terungkap

"Meminta majelis hakim untuk menjatuhkan terdakwa Boyke Ardila dengan hukuman pidana penjara selama 4 tahun," pinta Jaksa Penuntut Umum M Risqi Darmawan di hadapan majelis hakim yang diketuai Ulina Marbun.

Menurut jaksa, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat 2 Kitab Udang-Undang Hukum Pidana.

"Mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, dengan cara membongkar, memecah atau memanjat," kata jaksa.

Sedangkan dalam pertimbangan jaksa, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menyebabkan korban mengalami kerugian

"Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan mengakui perbuatannya," kata Jaksa.

Setelah mendengarkan nota tuntutan dari jaksa, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan mendatang.

Baca juga: Goa Sigalapang, Lokasi Wisata di Asahan, Cocok Bagi yang Suka Tantangan

Mengutip dakwaan Jaksa menuturkan perkara ini terjadi pada Kamis tanggal 18 Maret 2021 sekira pukul 01.00 WIB.

Terdakwa bersama Safrizal Tanjung (DPO) nekat masuk ke dalam rumah korban Hendrik di Jalan B. Katamso Gang Sempurna, Kelurahab Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun dengan cara mencongkel jendela tersebut dengan menggunakan linggis.

Setelah berhasil masuk, keduanya mengambil barang-barang milik saksi korban didalam rumah berupa sofa, meja makan, 3 buah pintu besi, 3 buah pintu kayu dan kusen, 6 buah jerjak jendela, 1 buah AC merk Samsung 1 PK, dan 1 buah mesin air merk Simizu.

"Akibat kejadian tersebut saksi korban Hendrik mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta," pungkas Jaksa.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved