Breaking News:

Siantar Berubah Jadi PPKM Level 3, Pelanggar Prokes Tetap Disidangkan 21 September

Satuan PP Pematangsiantar menjadwalkan sidang bagi para pelanggar protokol kesehatan pada 21 September 2021 mendatang.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sidang Pelanggar Protokol Kesehatan gelombang perdana di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, 21 Agustus silam. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Satuan PP Pematangsiantar menjadwalkan sidang bagi para pelanggar protokol kesehatan pada 21 September 2021 mendatang.

Sidang masih tetap diberlakukan kendati Kota Siantar turun level dari PPKM Level IV ke PPKM Level III sejak Senin (6/9/2021) lalu.

Kabid Trantibum pada Satpol-PP Pematangsiantar Raja Nababan menyampaikan agar masyarakat jangan terlena, tetap mematuhi protokol kesehatan, kendati ada kelonggaran aktivitas dalam PPKM Level III.

"Sidang dilanjutkan tanggal 21 September 2021. Kendati dilonggarkan tetap mematuhi protokol kesehatan. Teguran-teguran masih terus berjalan," kata Raja.

Raja mengatakan, sudah ratusan teguran diberikan. Kemudian ada 14 pelaku usaha yang telah disidang karena melanggar protokol kesehatan, khusus Perda Pemerintah Provinsi Sumatera Utara No. 1 Tahun 2021 Tentang Disiplin Protokol Kesehatan.

Dari sekian teguran yang diberikan, Raja juga menyayangkan masih ada pelaku usaha yang membandel. Bahkan sudah pernah menjalani sidang pelanggar protokol kesehatan.

"Ada sepertinya kafe yang masih melanggar kendati sudah disidang sebelumnya," kata Raja saat ditemui di halaman Satpol-PP Pematangsiantar, Selasa (14/9/2021).

Sementara itu di tempat terpisah, Humas Pengadilan Negeri Pematangsiantar Rahmat Hasibuan pada Rabu (15/9/2021) menegaskan selama momentum PPKM, sidang pelanggar protokol kesehatan tetap berlaku. Adapun dasar hukum yang dipakai adalah Perda Pemerintah Provinsi Sumatera Utara No. 1 Tahun 2021 Tentang Disiplin Protokol Kesehatan.

"Sidang kita tidak melihat apakah pada masa PPKM atau tidak PPKM. Yang penting penindakan itu di masa PPKM," kata Rahmat.

Rahmat menjelaskan, sidang pelanggar protokol kesehatan ini merupakan jenis tindak pidana ringan dengan kuasa penuntut umum berada dalam wewenang penyidik. Sementara tugas jaksa dalam persidangan hanyalah eksekutor. (alj/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved