Breaking News:

Kunjungan Presiden RI

Jokowi Minta Bupati dan Wali Kota di Sumut Percepat Realisasi Belanja Daerah

Jokowi pun meminta kabupaten/kota di Sumut untuk tidak terlalu lama menyimpan uang APBD di bank.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Presiden Joko Widodo (dua kiri) didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri), Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kanan) dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (dua kanan) saat tiba di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Kamis (16/9/2021). Kunjungan Presiden Jokowi untuk meninjau vaksinasi dan memberi pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, selain memberi pengarahan terkait penanganan Covid-19 di Sumatra Utara, juga menyinggung mengenai perekonomian kepada seluruh kepala daerah di Sumut, Kamis (16/9/2021).

Menurut Jokowi, kondisi Covid-19 saat ini berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Kasus Covid-19 berhasil ditekan akan berdampak dengan perbaikan ekonomi di Indonesia.

Sementara tingkat pertumbuhan ekonomi di Sumut sebesar 4,94 persen dan angka inflasinya mencapai 2,1 persen.

"Oleh sebab itu, Covid-19 di Sumut, kalau tak bisa dikendalikan, maka angka 4,95 (Sumut) bisa turun," sebut Jokowi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Kamis.

"Jadi hati-hati mengenai Covid, jangan diremehkan. Karena itu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi," tegasnya.

Ia meminta kepada seluruh bupati/wali kota di Sumut untuk mempercepat realisasi belanja daerah.

Adapun realisasi APBD Sumut tahun ini sudah mencapai 55 persen. Sedangkan kabupaten/kota di Sumut yang realisasi APBD masih minim yakni Kabupaten Mandailingnatal (Madina) baru sebesar 28 persen.

"Ada peredaran uang di kota, ada peredaran uang di kabupaten, semakin banyak," ucapnya.

Jokowi pun meminta kabupaten/kota di Sumut untuk tidak terlalu lama menyimpan uang APBD di bank.

Sebab, situasi perekonomian ketika terjadi wabah berbeda saat kondisi normal. Begiti juga dengan pandemi Covid-19.

Ia mencatat beberapa kabupaten/kota yang masih menyimpan APBD di bank dengan jumlah banyak di antaranya Medan Rp 1,8 triliun, Deliserdang Rp 636 miliar, Tapanuli Utara Rp 603 miliar, Labuhanbatu Rp 503 miliar dan Nias Rp 466 miliar.

"Segera lakukan realisasi percepatan anggaran di daerah-daerah semua ini. Jangan seperti tahun-tahun normal. Ini dua tahun ini, tahun yang tidak normal. Sehingga angka-angka ini jangan sampai terlalu lama di bank," ujarnya. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved