Breaking News:

Pasar Perbaungan Terbakar

Kabar Sabotase Pajak Lama Perbaungan Dibakar Menyeruak, Lahan Bermasalah dan Pedagang Dapat Teguran

Pajak Lama Perbaungan tiba-tiba saja terbakar. Tak pelak, menyeruak kabar soal adanya indikasi sabotase pihak-pihak tertentu

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Ratusan kios di Pajak Lama Perbaungan, Kelurahan Simpang Tiga Perbaungan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) ludes terbakar, Kamis (16/9/2021) sekira pukul 06.00 WIB.(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI- Ratusan kios di Pajak Lama Perbaungan, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai terbakar.

Kebakaran terjadi secara mendadak, sehingga muncul rumor bahwa kebakaran ini ada yang sengaja menyabotase.

"Jadi ceritanya begini, ini sebenarnya di tengah ini merupaka akses jalan. Namun digunakan sebagian pedagang untuk berjualan. Kebetulan yang berjualan ini kebanyakan penjual sepatu," kata Edi Mulyono, pedagang sekaligus pengurus Pajak Lama Perbaungan, Kamis (16/9/2021).

Edi mengatakan, karena posisi pedagang berada di areal jalan, para pedagang sudah diingatkan berulangkali. 

"Di era tahun 1996, semua pedagang yang ada di sini pada umumnya mereka semua berada di dalam. Saya sudah sampaikan, kalian (pedagang) punya lokasi kios di jalan kenapa keluar, sepi bang Edi, kata pedagang," terangnya Edi.

Menurut pengakuan Edi, sebelum kebakaran terjadi, memang para pedagang ini sudah empat kali mendapatkan surat peringatan. 

"Berulang kali surat dilayangkan, ada sekitar empat sampai lima kali. Ini yang kios kios sepatu ya, kalau yang kios pakaian ini enggak, karena ini legal," ujar Edi. 

Baca juga: Sempat Akan Digusur, Pajak Lama Perbaungan Mendadak Kebakaran, Ratusan Kios Hangus

Sementara itu, informasi yang dihimpun, pada tahun 1996, Pajak Lama Perbaungan dibangun oleh mantan Perpas yang lama, yang kini sudah meninggal dunia. 

"Ini dibangun ketua pedagang yang lama almarhum Pak Sahar, namun sifatnya enggak permanen. Barang bawa pulang. Tapi lama kelamaan, pedagang buatlah pintu lipat, terjadi lah permanen," ujar Edi. 

Karena sudah permanen, pedagang berjualan sampai malam, tentu ada penerangan dan masuklah listrik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved