Breaking News:

PTM Terbatas di Toba Mulai Pekan Depan, Kadisdik yakin Seluruh Sekolah Siap

Setelah menunggu lebih dari satu tahun, pendidikan di Kabupaten Toba akan diselenggarakan dengan tatap muka terbatas pada pekan depan.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu mengatakan PTM terbatas di Toba akan diterapkan pekan depan. 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – Setelah menunggu lebih dari satu tahun, pendidikan di Kabupaten Toba akan diselenggarakan dengan tatap muka terbatas pada pekan depan.

Untuk kelancaran Pemberjaran Tatap Muka (PTM) Terbatas ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Toba telah mempersiapkan diri, termasuk menyajikan sebuah kurikulum alternatif di masa pandemi Covid-19 ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan Toba Rikardo Hutajulu mengatakan, pihaknya telah memantau setiap sekolah terkait kesiapan sekolah menyelenggarakan PTM terbatas tersebut. Menurutnya, seluruh sekolah di Toba sudah siap menyelenggarakan PTM terbatas. 

PTM terbatas di Kabupaten Toba dapat diterapkan di tiga belas kecamatan. Sementara tiga kecamatan lain; Kecamatan Balige, Parmaksian, dan Pintu Pohan belum bisa menggelar PTM terbatas karena masih tergolong zona merah.

“Kita akan mulai PTM terbatas dengan catatan selain zona merah. Yang termasuk zona merah itu adalah Balige, Parmaksian, dan Pintu Pohan. Yang tiga kecamatan ini belum diizinkan melaksanakan PTM terbatas,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu, Kamis (16/9/2021).

Dalam penyelenggaran PTM ini, pihaknya sudah memastikan kesiapan fasilitas protokol kesehatan di masing-masing sekolah. 

“Kalau soal persiapan, kami sudah melakukan langkah-langkahnya. Pertama, kita sudah melakukan sosialisasi sesuai dengan SKB 4 Menteri, kita juga sudah monitoring sekolah-sekolah bagaimana dengan kesiapannya, dan kita sudah menyusun kurikulum alternatif,” terangnya. 

Soal kurikulum di masa pandemi Covid-19, pihaknya juga telah menyusunnya dan sudah disosialisasikan kepada setiap sekolah melalui pertemuan secara online atau zoom. Kurikulum tersesbut dinamai kurikulum anti Covid-19 Toba.

“Dan untuk kurikulum alternatif itu sudah kita sosialisasikan pada waktu yang lalu yang langsung dibuka oleh Pak Bupati. Selanjutnya, kita sudah rapat dengan Satgas Covid-19 Toba yakni kemarin. Dan, mereka sudah merekomendasikan pelaksanaan PTM terbatas sesuai dengan SKM 4 Menteri,” sambungnya. 

Lebih lanjut, ia menguraikan perihal persyaratan pemberlakuan PTM terbatas tersebut. Sekolah negeri, swasta, dan keagamaan akan mengisi daftar periksa. Selanjutnya, mereka juga memastikan kesiapan setiap sekolah akan prokes ketat.

“Persyaratannya, yang pertama tentu sekolah harus mengisi daftar periksa di dapodik untuk sekolah negeri dan swasta. Untuk sekolah keagamaan juga melakukan hal sama. Yang kedua, fasilitas kesehatannya sudah siap. Ketiga, mereka sudah harus memiliki kurikulum, dan ini sudah kita buat,” terangnya. 

Selain dari Dinas Pendidikan, orang tua juga dapat memilih mengijinkan atau tidak anaknya mengikuti PTM terbatas tersebut.

“Selanjutnya, adanya surat pernyataan dari orang tua. Kita memberikan pilihan kepada orang tua apakah mereka mengijinkan anaknya mengikuti PTM tersebut. Orang tua bisa memliih tidak,” terangnya.

“Ada juga surat pernyataan dari kepala sekolah yang menyatakan siap dan komit melakukan prokes secara ketat,” pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved