Breaking News:

6,8 Kg Emas Hasil Rampokan Masih Sama Polisi, Ini Alasan Kenapa Barbuk Belum Dipulangkan

Emas hasil rampokan saat ini masih berada di tangan Dir Krimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
HO
Pemilik toko emas Masrul F dan Aulia Chan saat memeriksa barang bukti emas mereka yang dirampok oleh kawanan perampok bersenjata seberat 6,8 kilogram, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Sebanyak 6,8 kilogram emas hasil rampokan yang terjadi di Pasar Simpang Limun, Medan masih berada di tangan polisi.

Polisi menyebut, belum bisa menyerahkan barang bukti senilai Rp 6,5 miliar itu kepada dua pemiliknya lantaran masih menunggu proses hukum.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan barang bukti itu merupakan bagian dari proses hukum. 

Baca juga: Janji Fakar Suhartami Pratama ke Jukir Korban Penembakan Perampok Toko Emas tak Jelas

Menurutnya, emas hasil rampokan itu akan dihadirkan dalam proses persidangan.

"Yang ditemukan itu bagian dari proses penyelidikan kedepannya. Jadi selama proses penyidikan sampai dengan tahap kedua ke jpu sampai dengan pengadilan kan harus dihadirkan," kata Hadi Wahyudi, Jumat (17/9/2021).

Meski demikian, Hadi mengatakan pengembalian barang bukti bisa saja dipercepat apabila pengadilan setuju agar barang bukti tidak dihadirkan, hanya sebatas foto ataupun sampel.

Baca juga: Pemilik Toko Berharap 6,8 Kg Emas Miliknya Segera Kembali: Terima Kasih Bapak Kapolda

Apalagi para pelaku juga sudah diamankan sehingga proses diprediksi bisa lebih cepat.

"Jadi kita belum bisa untuk menyerahkan barang bukti tersebut ke pemiliknya kecuali dari Kejaksaan dan pengadilan cukup dengan foto ia juga bisa," ucapnya.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan menangkap lima pelaku perampokan toko emas Masrul F dan Aulia Chan yang terjadi pada Kamis (26/9/2021) lalu.

Baca juga: Detik-detik Tim Gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Temukan Emas Hasil Rampokan

Barang bukti emas seberat 6, 8 kilogram ditemukan di Kabupaten Dairi dirumah salah satu pelaku bernama Hendrik.

Dari tangan Hendrik polisi juga mengamankan tiga pucuk senjata api rakitan.(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved