Breaking News:

Dinas Kesehatan Sumut Minta Pemda Jangan Tunda Pengambilan Vaksin dari Gudang

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam kunjungannya ke Kota Medan menyoroti banyaknya stok vaksin yang tersimpan.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
HO
12.000 Vaksin Sinovac Kembali Tiba di Sumut, Dapat Pengawalan Ketat saat Dibawa ke Gudang Farmasi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dalam kunjungannya ke Kota Medan menyoroti banyaknya stok vaksin yang tersimpan, di antaranya di gudang milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Utara terdapat 838.782 dosis vaksin Covid-19. Begitu juga di sejumlah kabupaten/kota yang ada di Sumut.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sumut melalui Sekretaris Dinas Aris Yudhariansyah menjelaskan bahwa stok vaksin yang ada di gudang mereka merupakan milik kabupaten/kota di Sumut. Namun hingga kini, belum juga diambil oleh pemerintah kabupaten/kota dengan alasan tidak memiliki tempat penyimpanan di daerah.

"Karena banyak kabupaten/kota yang menitipkan vaksinnya di tempat kami. Dengan alasan kapasitas tempat penyimpanan mereka tidak cukup. Sehingga pada paparan presiden kemarin (Kamis) stok vakson di dinas kesehatan provinsi jadi banyak. Padahal itu sudah ada alokasi-alokasinya, dan kita sudah mendorong itu bolak balik dari dulu. Tapi enggak dijemput," jelas Aris, Jumat (17/9/2021).

Maka, ia meminta pemerintah kabupaten/kota untuk segera menjemput vaksin yang merupakan milik masing-masing daerah.

Bila beralasan tak memiliki tempat penyimpan, maka Aris menyarankan untuk memperbanyak sentra-sentra vaksinasi di daerah. Sehingga vaksin yang ada tidak perlu disimpan terlalu lama, karena bisa disuntikkan mepada masyarakat.

Apalagi di daerah, banyak masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan vaksin Covid-19.

"Gandeng institusi atau lembaga lain untuk percepatan vaksinasi di kabupaten/kota. Apalagi sekarang kan vaksin-vaksin itu sudah teralokasi khusus. Maka itu kita dorong cepat," ujarnya.

Terlebih saat ini hanyak vaksinator yang telah dipersiapkan untuk bertugas di kabupaten/kota, baik itu tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas maupun di TNI/Polri.

Belum lagi institusi TNI/Polri hingga BIN turut membantu pelaksanaan vaksinasi dengan. Seharusnya kondisi tersebut bisa mempercepat penyuntikan vaksin di daerah.

"Itu sebenarnya tinggal bagaimana pemerintah kabupaten/kota mendesain. Petunjuk teknis kan sudah ada, sudah jelas dan itu gaweannya kabupaten/kota. Kabupaten/kota harus mendirikan sentra-sentra vaksinasi yang banyak. Bahkan vaksinator sudah disiapkan di setiap puskesmas itu ada tiga," sebut Aris.

Lagi pula apabila stok vaksinasi milik kabupaten/kota tak segera dijemput oleh pemerintah daerah, maka tempat penyimpanan vaksin di gudang milik Dinkes Sumut tidak akan sanggup menampung, lantaran pastinya akan terus mendapat kiriman dari pemerintah pusat.

"Saya pun kaget di Sumut kata presiden ada 800 ribu dosis. Padahal itu semua sudah ada pemiliknya. Kalau itu terus dibiarkan, gudang vaksin kami jadi over capacity. Sementara distribusi dari Jakarta terus masuk. Kalau terus masuk, tak keluar. Repotlah," ucapnya.

Dalam paparan Presiden Jokowi, stok vaksin yang tersedia di kabupaten/kota di antaranya Deliserdang sebanyak 94.138 dosis, Serdangbedagai sebanyak 84.576 dosis, Nias sebanyak 75.152 dosis dan Medan 71.410.

Ia pun meminta stok tersebut segera dihabiskan. Tujuannya tak lain agar bisa membentuk kekebalan kelompok (herd community).

"Harus habis. Datang, habis. Suntikan habis, datang, begitu seterusnya. Segera habiskan. Suntikkan semuanya," tegas Jokowi, Kamis. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved