Breaking News:

Peledakan Dinamit Proyek Pembangkit Listrik Hampir Tiap Hari, Warga Desa Kandibata Protes

Warga Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, ramai-ramai datang ke proyek pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Micro (PLTHM), Jumat (17/9/2021).

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Warga Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, unjuk rasa menuntut penghentian aktivitas peledakan dinamit oleh proyek PLTHM dihentikan, Jumat (17/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Warga Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, ramai-ramai datang ke proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Micro (PLTHM), Jumat (17/9/2021).

Warga protes karena peledakan dinamit untuk pembuatan terowongan yang dianggap kenyamanan.

Warga setempat, Rehngena Sembiring, mengatakan peledakan dinamit sudah berlangsung lama.

"Kami warga Desa Kandibata merasa terganggu adanya peledakan dinamit ini. Sudah lama peledakan ini dilakukan," ujar Rehngena.

Berdasarkan informasi yang didapat, keberatan ini karena selain sudah berlangsung lama, pihak proyek juga melakukan peledakan hampir setiap hari. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat aktivitas peledakan bisa lebih dari satu kali dalam kurun waktu satu hari.

Selain itu, diketahui waktu peledakan dinamit untuk proyek terowongan air ini dilakukan tidak ada waktu pasti. Bahkan, tak jarang dinamit diletakkan saat waktunya masyarakat beristirahat.

"Tidak tentu bisa nanti seminggu berapa kali, jamnya pun tidak pasti kadang jam dua pagi, jam tiga pagi, ya suka-suka mereka," ucapnya.

Akibat dari cukup besarnya ledakan yang ditimbulkan dari dinamit ini, selain terganggunya kenyamanan warga juga telah berdampak ke berbagai hal. Untuk dampak yang cukup terlihat, ialah ada cukup banyak bangunan rumah milik masyarakat yang lokasinya berbatasan dengan lokasi proyek mengalami rusak.

Seorang warga lainnya Wira, mengaku jika setiap kali dinamit yang belum diketahui betapa besarnya itu diledakkan pasti lansung terasa ke rumah warga. Selain getaran yang dirasakan di bagian lantai, juga pada bagian atap rumah masyarakat tampak bergetar.

"Setiap diledakkan pasti langsung terasa, asbes rumah lansung nampak ikut bergetar," katanya.

Tak hanya itu, menurut penuturan dari warga akibat dari ledakan ini ternyata sudah berdampak ke psikologi anak-anak yang ada di desa tersebut. Karena setiap kali adanya aktivitas peledakan dinamit, ada beberapa anak yang masih usia dini lansung histeris.

Berdasarkan informasi yang didapat, pengerjaan proyek PLTHM Ini ditujukan untuk pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air. Terowongan yang dibuat dengan cara diledakkan ini, diketahui ditujukan untuk saluran air yang nantinya dialirkan menuju turbin penggerak. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved