Breaking News:

News Video

Polisi Masih Tunggu Proses Hukum Untuk Kembalikan Emas 6,8 Kilogram Hasil Rampokan ke Pemilik

Sebanyak 6,8 kilogram emas dari hasil perampokan yang terjadi di pasar Simpang Limun, Medan masih berada di kantor polisi.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 6,8 kilogram emas dari hasil perampokan yang terjadi di pasar Simpang Limun, Medan masih berada di kantor polisi.

Polisi menyebut, belum bisa menyerahkan barang bukti senilai Rp 6,5 miliar itu kepada dua pemilik lantaran masih menunggu proses hukum.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan barang bukti itu merupakan bagian dari proses hukum .

Menurutnya emas hasil rampokan itu akan dihadirkan dalam proses persidangan.

"Yang ditemukan itu bagian dari proses penyelidikan kedepannya. Jadi selama proses penyidikan sampai dengan tahap kedua ke jpu sampai dengan pengadilan kan harus dihadirkan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (17/9/2021).

Meski demikian, Hadi mengatakan pengembalian barang bukti bisa saja dipercepat apabila pengadilan setuju agar barang bukti tidak dihadirkan, hanya sebatas foto ataupun sampel.

Apalagi para pelaku juga sudah diamankan sehingga proses diprediksi bisa lebih cepat.

"Jadi kita belum bisa untuk menyerahkan barang bukti tersebut ke pemiliknya kecuali dari Kejaksaan dan pengadilan cukup dengan foto ia juga bisa," ucapnya.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan menangkap lima pelaku perampokan toko emas Masrul F dan Aulia Chan yang terjadi pada Kamis (26/9/2021) lalu.

Barang bukti emas seberat 6, 8 kilogram ditemukan di Kabupaten Dairi dirumah salah satu pelaku bernama Hendrik. Dari tangan Hendrik polisi juga mengamankan tiga pucuk senjata api rakitan.

(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved