Breaking News:

News Video

PTM Terbatas di Toba Senin Mendatang, Proses Belajar Ikut SK 4 Menteri

Menurutnya, orang tua merasa gembira setelah mengetahui bahwa PTM terbatas akan segera diselenggarakan di Kabupaten Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: heryanto

PTM Terbatas di Toba Senin Mendatang, Proses Belajar Ikut SK 4 Menteri

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – Dalam penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Toba Senin (20/9/2021), Dinas Pendidikan Kabupaten Toba memastikan proses pembelajaran ikut Surat Keputusan Bersama 4 Menteri.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu menyampaikan akan mengijinkan 50 persen dari jumlah pelajar yang dapat mengikuti pembelajaran tersebut setiap harinya.

“Soal bagaimana strategi pembelajaran, kita lakukan secara serentak. Artinya, 50 persen pelajar itu sedang mengikuti PTM terbatas, yang 50 persen lagi akan mengikuti live saat pembelajaran berlangsung. Maka, tidak ada Pembelajaran Jarak jauh (PJJ). Dan, nanti akan tetap kita pantau,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu saat disambangi oleh tribun-medan.com pada Kamis (16/9/2021).

Ia juga menegaskan bahwa kantin dan penyedia makanan di sekolah tidak diijinkan selama masa transisi, PTM terbatas di masa pandemi Covid-19.

“Untuk kantin, kita tidak berikan ijin. Semua anak harus membawa makanan atau bontotnya dari rumah. Hal ini juga kita lakukan agar prokes tetap terjamin. Kita enggak mau para pelajar nanti berkerumun di sekolah,” terangnya.

Menurutnya, orang tua merasa gembira setelah mengetahui bahwa PTM terbatas akan segera diselenggarakan di Kabupaten Toba. Para pendidik di masing-masing sekolah juga merasakan hal sama.

“Setelah mereka tahu ini akan dimulai, maka tanggapan orang tua itu luar biasa. Sejak kita sosialisasikan SKB 4 Menteri itu, mereka itu langsung semangat mempersiapkan. Saat kita bilang mengisi daftar periksa, mereka langsung kerjakan selama seminggu, dan beres,” sambungnya.

Terkait penyediaan fasilitas prokes, pihak sekolah telah membenahinya.

“Sebenarnya sejak bulan Juli 2021, mereka sudah siap karena memang ada rencana kita akan buatkan PTM terbatas sejak bulan itu, pada tahun ajaran baru. Jadi, mereka sudah berlomba-lomba membenahinya sebab sudah setahun lebih, mereka tidak bertemu dengan siswanya,” terangnya.

“Kita tegaskan juga bahwa orang tua harus mengantar anaknya ke sekolah agar pemberlakuan prokes terjamin. Sehingga dari rapat kemarin, Satpol PP dan dinas perhubugan juga ikut serta berpartisipasi dalam penegakan prokes tersebut,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved