Breaking News:

Satu-satunya di Sumut, Deliserdang Kini Terapkan PPKM Level 1

Kabupaten Deliserdang kini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 karena jumlah kasus positif Covid-19 semakin turun.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Seorang siswi tampak menjalani vaksinasi massal di SMK Negeri 1 Beringin Kabupaten Deliserdang, Senin (13/9/2021). Vaksinasi ini diselenggarakan oleh BIN.(TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR) 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Kabupaten Deliserdang kini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 karena jumlah kasus positif Covid-19 semakin turun.

Deliserdang yang sempat menerapkan PPKM Level 3 dan secara bertahap, menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Sumatera Utara yang menerapkan PPKM Level 1. 

"Sekarang kita berada di level I dan satu-satunya di Sumatera Utara. Sebenarnya sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada 14 September, namun baru dirilis kemarin," ucap Kadis Kesehatan Deliserdang dr Ade Budi Krista dalam kegiatan konfrensi pers di posko penanganan Covid Kabupaten di Kantor Bupati Jum,at, (17/9/2021).

Dokter Ade menyebut dari dua indikator-indikator respon untuk Deliserdang semuanya terbaik dan memadai. 

Status memadai adalah yang paling terbaik. Sementara itu untuk transmisi penularan di tingkat satu semua. 

"Kapasitas respon itu ada tiga indikatornya, ada yang memadai, sedang dan terbatas. Untuk yang terbaik itu memadai dan kita tiga-tiganya itu memadai mulai dari positivity rate, tracing, dan BOR. Trus transmisi penularan ditingkat satu semua semua ini artinya sesuai dengan indikator-indikator yang ditetapkan Kemenkes," kata dr Ade. 

Karena saat ini Deliserdang berada di level 1 dan masuk dalam zona kuning, dikabarkan Pemkab Deliserdang menggelar pembelajaran tatap muka secara penuh dalam waktu dekat. 

Sejak 6 September lalu kegiatan belajar di sekolah masih dilakukan terbatas dimana tidak semua siswa dalam satu ruangan diperbolehkan masuk karena untuk dalam satu ruangan hanya diperbolehkan 50 persen saja yang datang. 

Sekretaris Satgas Kabupaten Deliserdang, Citra Efendy Capah tidak menampik kabar itu. 

Disebut dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 41 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 sudah ada diatur hal tersebut. 

"Memang benar kita sudah level 1 sekarang ini dan zona kuning. Dalam Instruksi Mendagri sudah disebut memang untuk wilayah yang berada dalam zona hijau dan zona kuning melaksanakan kegiatan belajar mengajar tidak dengan terbatas tapi tapi tetap sesuai dengan pengaturan teknis dari Kemenyerian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi dengan penerapan prokes secara ketat. Ini nanti akan kita rapatkan lagi untuk hal itu,"kata Capah. 

Ketika pembelajaran tatap muka tidak dengan terbatas, lanjut Capah sekolah harus benar-benar siap. 

Protokol kesehatan harus tetap dilakukan di lingkungan sekolah. 

Kadis Kominfo Deliserdang, Miska Gewa Sari menambahkan sebelum ada perubahan lebih lanjut sampai saat ini masih dilakukan sekolah tatap muka terbatas seperti yang selama ini. 

"Kita masih mengacu pada aplikasi CAD (Covid Analis Deliserdang) yang merupakan aplikasi dan inovasi dari kita sendiri untuk menentukan apakah kawasan atau desa itu boleh membuka sekolah atau tidak. Harus dilihat lebih dahulu aman atau tidak karena dari aplikasi CAD bisa nampak dan diketahui bagaimana kasus Covid di desa itu. Kita tetap mempedomani yang ada sampai batas waktu ada kebijakan terbaru," kata Miska. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved