Breaking News:

Satu-satunya Level 1 di Sumut, Pemkab Deliserdang Rencanakan PTM tak Terbatas

Dari dua indikator-indikator respon untuk Deliserdang semuanya terbaik dan memadai. Status memadai adalah yang paling terbaik.

Tribun Medan
TEMU pers terkait Deliserdang zona kuning dan Level 1. 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Kabupaten Deliserdang saat ini berada di level I penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan asesmen situasi Kabupaten dari Kementerian Kesehatan. Pada saat musim pandemi, Deliserdang sempat berada di level 3 dan secara bertahap menurun ke level 2 dan saat ini dilevel paling terendah. Kabupaten Deliserdang menjadi satu-satunya Kabupaten di Sumatera Utara  yang berada di level 1 dan juga dalam situasi zona kuning.

"Sekarang kita berada di level I dan satu-satunya di Sumatera Utara. Sebenarnya sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada 14 September namun baru dirilis kemarin," kata Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista dalam kegiatan konfrensi pers di posko penanganan Covid Kabupaten di Kantor Bupati, Jumat (17/9/2021).

dr Ade menyebut dari dua indikator-indikator respon untuk Deliserdang semuanya terbaik dan memadai. Status memadai adalah yang paling terbaik. Sementara itu untuk transmisi penularan, semuanya di tingkat satu.

"Kapasitas respon itu ada tiga indikatornya, ada yang memadai, sedang dan terbatas. Untuk yang terbaik itu memadai dan kita tiga-tiganya itu memadai mulai dari positive rate, treacing dan BOR. Trus transmisi penularan di tingkat satu semua. Artinya sesuai dengan indikator-indikator yang ditetapkan Kemenkes," kata dr Ade.

Informasi yang dihimpun karena saat ini Deliserdang berada di level 1 dan masuk dalam zona kuning Pemkab Deliserdang pun berencana untuk melakukan pembelajaran tatap muka tidak dengan terbatas lagi dalam waktu dekat. Sejak 6 September lalu kegiatan belajar di sekolah masih dilakukan terbatas di mana tidak semua siswa dalam satu ruangan diperbolehkan masuk. Dalam satu ruangan hanya diperbolehkan 50 persen saja yang datang.

Sekretaris Satgas Kabupaten Deliserdang, Citra Efendy Capah mengatakan, penerapan level 1 ini sudah sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 41 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat desa dan kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

" Memang benar kita sudah level 1 sekarang ini dan zona kuning. Dalam Instruksi Mendagri sudah disebut, untuk wilayah yang berada dalam zona hijau dan zona kuning dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar tidak dengan terbatas tapi tetap sesuai dengan pengaturan teknis dari Kemendikbud dengan penerapan prokes secara ketat. Nanti akan kita rapatkan lagi untuk hal itu," kata Capah.

Ketika pembelajaran tatap muka tidak dengan terbatas, lanjut Capah, sekolah harus benar-benar siap. Protokol kesehatan harus tetap dilakukan di lingkungan sekolah.

Baca juga: BERITA FOTO Penampakan Presiden Jokowi Borong Makanan Kampung Sate Kerang di Deliserdang

Sementara itu, Kadis Kominfo Deliserdang, Miska Gewa Sari menambahkan sebelum ada perubahan lebih lanjut sampai saat ini masih dilakukan sekolah tatap muka terbatas seperti yang selama ini.

"Kita masih mengacu pada aplikasi CAD (Covid Analis Deliserdang) yang merupakan aplikasi dan inovasi dari kita sendiri untuk menentukan apakah kawasan atau desa itu boleh membuka sekolah atau tidak," kata Miska. 

Tidak Permanen

WAKIL Ketua III Satgas Penanganan Covid-19 Deliserdang, Darwin Zein menegaskan, level 1 dan zona kuning yang saat ini didapatkan Deliserdang sifatnya tidak permanen. Disebut status ini kapan pun bisa berubah tergantung kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Mengenai apakah masyarakat sudah boleh menggelar resepsi pesta atau tidak, Darwin pun buka suara.

"Lebih baik mencegah dari pada mengobati maka dari itu sama sama kita perketat prokes. Intinya pesta dihentikan sampai batas waktu yang ditentukan, pernikahan boleh tapi jumlah kehadiran orang yang datang dibatasi. Selain itu tidak pakai alat musik," ucap Darwin Zein.

Darwin menambahkan, bisa saja dilakukan pesta asal ada kesepakatan di masyarakat termasuk Kades dan Muspika setempat. Karena mereka termasuk orang yang tahu bagaimana kondisi di daerahnya. " Mudah-mudahan ke depan bisalah pesta. Apabila level 1 ini bertahan dan aman dari Covid kenapa tidak?," kata Darwin. (dra/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved