News Video

SD dan SMP di 13 Kecamatan di Toba Bersiap Gelar PTM Terbatas, Simak Penjelasannya

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu, SD dan SMP yang bakal menyelenggarakan PTM terbatas terdapat di 13 kecamatan.

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi |

SD dan SMP di 13 Kecamatan di Toba Bersiap Gelar PTM Terbatas, Simak Penjelasannya

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA – Setelah melihat tingkat paparan Covid-19 di Toba, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Toba menguraikan jumlah sekolah di tingkat Sekolah Dasar dan Menengah Pertama yang akan memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sejak Senin (20/9/2021).

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu, SD dan SMP yang bakal menyelenggarakan PTM terbatas terdapat di 13 kecamatan. Jumlah SD yang bisa mengadakan tatap muka sekitar 200 sekolah.

“Kalau SD kita itu mencapai hampir dua ratus karena SD kita berjumlah 225. Ada sebanyak tiga kecamatan yang belum diiberi izin menyelenggarakan PTM terbatas tersebut,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu saat dikonfirmasi pada Jumat (17/9/2021).

Sementara, jumlah SMP yang akan mengikuti PTM terbatas di Toba sejak minggu depan adalah sekitar 30 sekolah.

“Kalau SMP kita ada sebanyak 50. Maka, kalau minus yang tiga kecamatan itu, ada sekitar 30 lebih lah yang menyelenggarakan PTM terbatas tersebut,” sambungnya.

Pihaknya akan tetap melakukan evaluasi setiap minggunya terkait paparan Covid-19 di Kabupaten Toba. Jumlah sekolah yang bakal selenggarakan PTM terbatas akan bertambah atau berkurang seturut zona setiap daerah.

“Jadi hasil rapat kita dengan Satgas Covid-19 Toba, kita akan melakukan evaluasi per minggu. Karena bisa saja yang dulunya zona merah, seperti di Balige ini akan bergeser ke zona lain,” terangnya.

“Jika nanti dia zona kuning, maka nanti kita akan mengijinkannya menyelenggarakan tatap muka. Dan bila memang ada yang zona merah, maka kita akan melarang mengadakan pembelajaran tatap muka,” sambungnya.

Selanjutnya, ia juga memastikan bahwa persiapan PTM terbatas sudah dilakukan sejak bulan lalu.

“Soal kesiapan sekolah kita, sejak bulan Agustus sudah persiapan. Dan, itu kita tetap pantau sejak awal. Bahkan kita menugaskan setiap sekolah membuat video persiapan pembelajaran tatap muka terbatas. Jadi mereka sudah kita lihat dari hasil video itu. Yang pasti, kita sudah siap,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved