Breaking News:

Persiapan Sekolah Tatap Muka

SD dan SMP di 13 Kecamatan di Toba Bersiap Gelar Sekolah Tatap Muka, Simak Penjelasannya

Sejumlah SD dan SMP yang ada di 13 kecamatan Kabupaten toba bersiap laksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
Tribun-medan.com/Rechtin Ritonga
ILUSTRASI TATAP MUKA - Siswa kelas VII Aristoteles SMP Negeri 1 Medan yang mengikuti simulasi atau uji coba belajar tatap muka, Senin (21/6/2021). Yazid mengaku senang bisa mengikuti simulasi dan bertemu dengan teman-teman sekelasnya. (Tribun-medan.com/Rechtin Ritonga) 

TRIBUN-MEDAN.COM,TOBA – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu mengatakan pada Senin (20/9/2021) mendatang, sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di 13 kecamatan yang ada di Toba akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Rikardo bilang, SD yang memperoleh izin menyelenggarakan PTM cuma 200 sekolah. 

“Kalau SD kita itu mencapai hampir 200 (yang laksanakan PTM), karena SD kita berjumlah 225. Ada sebanyak tiga kecamatan yang belum diiberi izin menyelenggarakan PTM terbatas tersebut,” kata Rikardo Hutajulu, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Gubernur Edy Minta Perhatian Presiden Jokowi Soal Pasokan Vaksin Covid-19 ke Sumut

Untuk jumlah SMP sendiri yang akan mengikuti PTM terbatas di Toba, berskisar 30 sekolah.

“Kalau SMP kita ada sebanyak 50. Maka, kalau minus yang tiga kecamatan itu, ada sekitar 30 lebih lah yang menyelenggarakan PTM terbatas tersebut,” sambungnya. 

Ia mengatakan, tiga kecamatan yang belum boleh melaksanakan kegiatan PTM yakni Kecamatan Balige, Parmaksian, dan Pintu Pohan. 

Jumlah yang sudah disebutkan tersebut bukanlah sebuah ketetapan, sebab ada kemungkinan jumlah sekolah akan bertambah dan berkurang seturut tingkat paparan Covid-19 yang dipetakan melalui zona paparan Covid-19.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Diharapkan untuk Masyarakat Adat, Ini Sebabnya!

Dengan demikian, pihaknya akan senantiasa mengevaluasi secara berkala.

“Jadi hasil rapat kita dengan Satgas Covid-19 Toba, kita akan melakukan evaluasi per minggu. Karena bisa saja yang dulunya zona merah, seperti di Balige ini akan bergeser ke zona lain,” terangnya.

“Jika nanti dia zona kuning, maka nanti kita akan mengijinkannya menyelenggarakan tatap muka. Dan bila memang ada yang zona merah, maka kita akan melarang mengadakan pembelajaran tatap muka,” sambungnya.

Baca juga: WALI Kota Bobby Nasution Sebut Kasus Aktif Covid 19 di Medan Turun Jadi 1500

Selanjutnya, ia juga memastikan bahwa persiapan PTM terbatas sudah dilakukan sejak bulan lalu.

“Soal kesiapan sekolah kita, sejak bulan Agustus sudah persiapan. Dan, itu kita tetap pantau sejak awal. Bahkan kita menugaskan setiap sekolah membuat video persiapan pembelajaran tatap muka terbatas. Jadi mereka sudah kita lihat dari hasil video itu. Yang pasti, kita sudah siap,” sambungnya.

“Per harinya, untuk siswa yang bakal masuk kelas itu adalah 50 persen. Itu sesuai dengan SKB 4 Menteri,” pungkasnya.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved