Breaking News:

News Video

Warga Jalan Guru Sinumba Raya Kesal Dapat Informasi Pembongkaran Rumah karena Warga Dituduh Maksiat

Sejumlah warga di Jalan Sinumba Raya, merasa kesal setelah mengetahui penyebab penertiban rumah di lokasi tersebut karena adanya tuduhan dari warga.

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah warga di Jalan Sinumba Raya, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia merasa kesal setelah mengetahui penyebab penertiban rumah di lokasi tersebut karena adanya tuduhan dari warga luar bahwa tempat tersebut disinyalir sebagai tempat berbuat maksiat.

Seorang warga, Erna menyatakan dengan sangat tegas bahwa tuduhan tersebut adalah sebuah fitnah.

"Katanya kami di sini jual sabu, ada penjualan wanita, kami di sini katanya ada menjual minuman keras, dari surat itulah kami bisa tahu jadinya. Kami seorang janda, masa kami jual sabu, jual wanita. Kalau memang benar, enggak mungkin rumah kami gubuk reot kayak gini. Kami seorang tukang cuci, anak yatim piatu pun ada yang diurus seorang janda, padahal sudah tua,"

"Itu fitnah, makanya kami ingin tahu siapa yang bilang itu. Dari mana informasi itu, kami enggak ada seperti itu, karena itulah kami digusur," ujar Erna, Kamis (16/9/2021).

Dikatakannya, ia dan beberapa warga di lokasi itu malah sering mendapatkan bantuan sembako dari warga luar, karena mayoritas warga merupakan seorang janda dan perekonomian menengah ke bawah.

"Sekarang ini terbalik, orang kaya sirik sama orang susah, bukan orang susah yang sirik sama orang kaya. Bagaimana orang kaya ini nengok orang susah tambah susah. Karena orang susah enggak pernah mau mengganggu orang kaya, kami cari uang sendiri, jadi babu cuci,"

"Kami malah sering dikasih sembako sama orang yang dari luar, orang kaya ngasih sama kami, bukan dari orang sini. Karena di sini umumnya orang susah dan janda makanya sering dikasih sedekah. Saya sendiri juga janda, jadi saya sekarang tinggal sama anak saya yang ada kekurangannya," jelasnya.

Warga lainnya, Safrizal mengatakan, selain itu juga ia mendengar kabar penggusuran rumah di lokasi itu karena deretan rumah liar tersebut dinilai kumuh dan merusak pemandangan.

"Ada terdengar kabar seperti itu. Ada yang bilang ini rumah kumuh, tapi karena kita enggak ada bukti kita enggak bisa juga sebut nama mereka siapa. Kemudian juga disinyalir tempat perdagangan narkoba dan perdagangan wanita,"

"Mereka sudah buat pengaduan ke wali kota Medan tahun 2020 kemarin. Kami ada dapat foto pengaduannya. Itu kemungkinan masyarakat luar, soalnya masyarakat di sini alhamdulillah banyak yang prihatin melihat kami diperlakukan seperti ini. Warga lain banyak juga bantu kami angkat barang," kata Safrizal

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved