Breaking News:

Gubernur Edy Jelaskan Kondisi Pandemi di Sumut ke Menteri Airlangga: Berkat Kerja Keras Kita semua!

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk konsisten menerapkan prokes.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi bersama Satgas Penanganan Covid-19 Sumut saat mengikut rapat virtual evaluasi pelaksanaan PPKM, dari kediaman pribadi Gubernur Edy, Sabtu (18/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan (Prokes), meski kasus Covid-19 di Sumut terus menunjukkan tren penurunan.

Sebab, tanpa disiplin prokes, maka akan membuka peluang kembali kenaikan kasus Covid-19 di Sumut.

Pesan ini disampaikan Gubernur Edy usai mengikuti rapat virtual bersama Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, terkait evaluasi pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Sabtu (18/9/2021).

"Prokes itu yang utama, tetapi vaksinasi juga terus kita kejar. Jadi, jangan abaikan Prokes walau kasus kita saat ini terus membaik," tegas Edy, dari kediaman pribadinya, Sabtu.

Pada rapat itu, Edy mengungkapkan, bahwa dalam dua pekan terakhir, kasus positif aktif di Sumut berkurang dari 15.517 menjadi 3.905 kasus.

Begitu juga dengan tingkat kesembuhan tercatat mengalami peningkatan sebesar 15,83 persen dan kini menjadi 93,6 persen. 

Kondisi tersebut seiring dengan menurunnya angka kasus secara signifikan di Kota Medan, Sibolga dan Kabupaten Mandailingnatal (Madina). 

Adapun kasus aktif di Kota Medan dari tanggal 3 September 2021 hingga 17 September 2021 menurun 6.937 kasus. Di rentang waktu yang sama Sibolga turun 326 kasus dan Madina 136 kasus.

Tingkat kesembuhan di Medan naik 15,7 persen menjadi 95 persen, Sibolga 36,9 persen menjadi 96,7 persen dan Madina 21,3 persen menjadi 94,1 persen.

Diketahui, ketiga daerah tersebut sempat mengalami lonjakan kasus sehingga Pemerintah Pusat menetapkan kabupaten/kota di Sumut itu sebagai wilayah yang menerapkan PPKM level 4.

"Ini berkat kerja keras kita semua, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri menghadapi pandemi ini. Jadi, jaga terus kekompakan kita, konsisten dan disiplin," ungkap mantan Pangkostrad itu.

Terkait vaksinasi, Edy menyampaikan bahwa cakupan vaksin dosis pertama di Sumut mencapai 26,61 persen. Dosis kedua 16,45 persen serta vaksin dosis ketiga khusus tenaga kesehatan (nakes) sudah mencapai 50 persen.

Selain itu, stok vaksin yang ada di tempat penyimpanan Pemprov Sumut saat ini berjumlah 255.534 dosis. Menurut Edy, vaksin tersebut akan segera didistribusikan untuk diberikan kepada masyarakat.

"Setelah kami cek ke lapangan di tempat penyimpanan Pemprov  vaksin yang tersedia 255.534 dosis. Kita akan segera menggunakan ini untuk masyarakat kita karena kita saat ini berupaya mempercepat vaksinasi. Vaksin habis tentu akan disalurkan kembali oleh Pemerintah Pusat," sebutnya.

Sementara, Menko Airlangga berharap agar kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polro dan masyarakat di Sumut semakin diperkuat sebagai langkah mempercepat penanganan Covid-19.

"Kami apresiasi kerja sama yang kuat di Sumut, koordinasi itu sangat penting pada situasi seperti ini, saya harap kita bisa mempertahankan itu," kata Airlangga. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved