TIGA Tersangka Korupsi Kredit Macet Bank Sumut Kembalikan Kerugian Keuangan Negara Rp 25,6 Miliar

Tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada PT Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu (KCP) Galang, mengembalikan kerugian keuangan negara.

TRIBUN MEDAN/HO
Tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada PT Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu (KCP) Galang, saat mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 25.659.547.421. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada PT Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu (KCP) Galang, mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 25.659.547.421.

Adapun ketiga tersangka tersebut, yakni LG (61) selaku mantan Pimpinan Bank Sumut KCP Galang, R (40) selaku mantan Wakil Pimpinan PT Bank Sumut KCP Galang dan SL (43) selaku debitur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt. Kasi Penkum Kejati Sumut PDE Pasaribu kepada Tribun Medan, Sabtu (18/9/2021).

Dikatakannya, ketiga tersangka mengembalikan kerugian keuangan negara dalam bentuk penyitaan pada Kamis, (16/9/2021) sore.

Diantaranya yakni penyitaan tanah dan bangunan sebanyak 83, penyitaan tanah dan kebun sawit 36 dan total taksasi penyitaan mencapai Rp 25.659.547.421.

"Tanah, bangunan dan kebut sawit telah disita sejak 8 April 2021 sampai 7 September 2021. Proses hukum tetap berjalan terhadap 3 tersangka yang melanggar pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 (1) KUHP, jo Pasal 64 (1) KUHP, " kata PDE Pasaribu.

Dijelaskan Pasaribu, bahwa kasus ini berawal sejak tahun 2013, saat SL mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pemilikan Property Sumut Sejahtera (KPP SS) dan Kredit Angsuran Lainnya (KAL) pada PT Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu Galang Kabupaten Deli Serdang.

Selain menggunakan nama sendiri, SL juga menggunakan/meminjam nama orang lain yang terdiri dari keluarga teman dan karyawan pada usaha ternak ayam, rumah makan serta lainnya.
Untuk memuluskan proses pengajuan dan pencairan dana dari PT Bank Sumut KCP Galang, SL menggunakan nama orang lain dengan iming-iming tertentu sehingga para pemohon memberikan KTP.

Berkas permohonan untuk kelengkapan administrasi menggunakan sarana perjanjian kredit bekerjasama dengan Pimpinan/Wakil Pimpinan yang menjadi Komite Pemutus Kredit pada PT Bank Sumut KCP Galang.

Pimpinan dan Wakil Pimpinan mengintervensi sehingga satu persatu berkas permohonan disetujui oleh PT Bank Sumut KCP Galang tanpa dilakukan proses analisa kredit sesuai ketentuan pemberian kredit KUR, KPR dan KAL yang berlaku pada PT Bank Sumut.

Untuk proses kelengkapan administrasi pengajuan dan pencairan dana kredit, SL mengajak satu persatu calon debitur yang namanya digunakan sebagai pemohon mendatangi PT Bank Sumut KCP Galang untuk menandatangani berkas permohonan kredit. Selanjutnya, permohonan kredit satu persatu dikabulkan.

Di mana slip pencairan telah ditandatangani para debitur yang namanya dipinjam, namun faktanya yang menggunakan dana pencairan kredit adalah SL sendiri.

SL akhirnya membangun beberapa perumahan yang berlokasi antara lain Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Deli Serdang.

Namun sejak tahun 2014, kredit yang diajukan SL tersebut mulai bermasalah. Untuk menutupi cicilan kredit dan memperoleh dana kredit kembali, SL bekerjasama dengan LG selaku Pimpinan PT Bank Sumut KCP Galang dan R selaku Wakil Pimpinan.

SL kembali mengajukan kredit dengan tetap menggunakan nama orang lain.
Sehingga sejak tahun 2013 sampai tahun 2015, SL memperoleh sekitar 127 perjanjian kredit dengan total sekitar Rp35.775.000.000. Saat ini, yang dalam kondisi macet total sekitar Rp31.692.690.986.

"Berdasarkan penghitungan oleh auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut, kredit macet itu menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 35.153.000.000," ucapnya.

Perbuatan para tersangka diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (*)

"Untuk keperluan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut, Tim Jaksa Pidsus Kejati Sumut, menjeboskan ketiga tersangka di Rutan Tanjung Gusta Medan," pungkasnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved