Breaking News:

Dairi Bidik Pasar Global, Bupati Bertekad Kembalikan Kejayaan Kopi Sidikalang

kopi berjenis Robusta dan Arabica menjadi unggulan Kabupaten Dairi yang kini ditanam di lahan seluas 22.544 ha

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
HO
Bupati Dairi Eddy K.A. Berutu saat memaparkan materi terkait perkembangan bisnis kopi dalam acara KKSU 2021, Minggu (19/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabupaten Dairi memiliki komoditi unggulan berupa biji kopi yang sudah tembus ke mancanegara. Dan saat ini, pemerintah daerah dalam persiapan meningkatkan kuantitas untuk keperluan ekspor.

"Kalau kita ingin mensupply produksi di luar negeri maka kuantitas supplier harus cukup. Kita lihat pertumbuhan kopi kita stagnan dalam lima tahun terakhir," ungkap Bupati Dairi,  Eddy KA Berutu saat mengisi materi di event Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU), Minggu (19/9).

Dalam paparannya, Eddy mengatakan, Pemkab Dairi ingin mengembalikan kejayaan Kopi Sidikalang melalui peningkatan luas lahan mau pun penyaluran bibit kopi.

Disebutkan Eddy, kopi berjenis Robusta dan Arabica menjadi unggulan Kabupaten Dairi yang kini ditanam di lahan seluas 22.544 ha dengan total produksi sebesar 17.190 ton.

Baca juga: KOPI AGAN Tempat Ngopi Murah Meriah di Pusat Kota Medan, Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima

Sementara itu, dilihat dari tingkat produktivitasnya, biji kopi ini mampu dihasilkan sebanyak 765 kg dari satu hektare lahan. Jika dibandingkan, kopi Arabica memiliki dominasi lebih tinggi dibanding Robusta yang mampu menghasilkan 13.648 ton, sedangkan Robusta 3.542 ton, dalam satu tahun.

Hingga saat ini tercatat ada 18.340 KK petani kopi Arabica dan 7.100 petani kopi Robusta.

"Kedua kopi ini yang sekarang sedang menonjol untuk ekspor, sementara Robusta kuantumnya tak terlalu besar, jadi kita ingin mendorong keduanya agar produksinya meningkat," ujarnya.

Terkait luas lahan, Eddy mengatakan, lahan Arabica meningkat 1.000 hektare per tahun. "Kita targetkan dalam lima tahun itu ada 5.000 ha tanaman baru di samping peremajaan," kata Eddy.

Eddy menuturkan bahwa peluang usaha Industri Kecil Menengah (IKM) kopi mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal ini lantaran, banyaknya pemuda yang memilih pulang ke kampung halaman semasa pandemi Covid-19.

Saat ini, ada sebanyak 115 IKM penghasil roasted dan ground coffee (kopi bubuk), 35 coffee shop, 80 orang barista kopi, dan 40 orang barista kopi bersertifikat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved