News Video

Dalam Rapat, Gubernur Edy Rahmayadi membahas perencanaan pembangunan infrastruktur ibu kota Sumut

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memimpin rapat perencanaan pembangunan infrastruktur ibu kota Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya11 | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi memimpin rapat perencanaan pembangunan infrastruktur ibu kota Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Senin (20/9/2021).

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Lapangan Merdeka yang merupakan kawasan titik nol Kota Medan.

Menurut Edy, Lapangan Merdeka akan dikembalikan sebagai lokasi cagar budaya, sebagai tempat warisan budaya dan tempat terbuka hijau.

"Melanjutkan perencanaan pembangunan, ibu kota. Contohnya adalah titik nolnya lapangan merdeka. Yang sudah terputus waktu direncanakan diakhir tahun 2018. Nggak bisa dilaksanakan karena belum singkronnya diskusi untuk penyelesaian atau memberikan apa itu," kata Edy, Senin (20/9/2021)

"Nah ini sudah putus dia. Maka akan segera dimulai ditindaklanjuti di 2022. Persiapanan-persiapan sudah dilaksanakan dari sekarang. Kita harap lapangan merdeka direncanakan itu kosong khusus untuk tempat hiburan masyarakat Sumut, bukan hanya Kota Medan," sebut mantan Ketua Umum PSSI itu.

Tak hanya itu, sambung Edy, rencananya Pemko Medan akan turut melengkapi sejumlah fasilitas di kawasan Lapangan Merdeka Medan.

"Direncanakan Wali Kota Medan. Juga di bawahnya ada basemenet. Untuk apa? untuk parkir. Itu kita support," ucapnya.

Kepala Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar, lebih lanjut memaparkan konsep penataan Lapangan Merdeka. Nantinya Lapangan Merdeka bebas dari aktivitas perdagangan, jual beli.

Kantor Polisi, serta lokasi penjualan buku yang berada di sisis timur Lapangan Merdeka akan dikosongkan. Pohon tua, bagian dari sejarah tetap dipertahankan.

Di area lapangan, akan didirikan pendopo dan pentas arena rakyat atau yang disebut Panggung Rakyat. Rencananya konstruksinya terdiri dari bambu runcing raksasa dan atap tenda menyerupai layar perahu dan daun tembakau deli.

Kemudian Tugu Proklamasi yang ada di sana tetap dipertahankan, dan dilengkapi dengan prasasti berisi tentang paparan informasi sejarah Lapangan Merdeka sebagai tempat dibacakannya Proklamasi Kemerdekaan RI, kala itu.

Lapangan Merdeka Medan juga akan menjadi lokasi transit transportasi publik.

Kemudian Lapangan Merdeka akan dilengkapi dengan dua lantai basement. Lalu akan dibuat jalur komersil (retail) di basement lantai 1, yang dinaungi kanopi 45 batang bambu runcing raksasa melambangkan tahun 1945.

Di basement itu juga ada Museum Medan, Medan City Planning Gallery, dan Pusat UMKM.

"Kemudian di basement lantai II, akan dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan," ujar Benny dalam rapat.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved