Breaking News:

Hartanya Berkurang Sejak Menjabat sebagai Gubernur Sumut, Ini Penjelasan Edy Rahmayadi

Jumlah harta kekayaan Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi dalam LHKPN KPK turun sebesar Rp 8,2 miliar dalam kurun waktu 2018-2020.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
HO
Gubernur Sumut edy Rahmayadi saat mengikuti rapat belum lama ini.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jumlah harta kekayaan Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi dalam LHKPN KPK berkurang sebanyak Rp 8,2 miliar dalam kurun waktu 2018-2020.

Dilihat dari situs e-LHKPN KPK, pada 2018 harta kekayaan Edy berjumlah Rp 23,6 miliar.

Kemudian, pada 2019 Edy, kembali melaporkan hartanya. Di laporan tersebut tercatat harta Edy turun menjadi Rp 16,7 miliar.

Di LHKPN 2020, harta Edy kembali berkurang menjadi Rp 15,3 miliar.

Menanggapi hal tersebut, orang nomor satu di Pemprov Sumut mengaku hartanya menurun lantaran dipakai untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya.

"Kebutuhan hidup saya, anak-anak saya kan butuh duit itu. Jalan-jalan sana, jalan-jalan sini, tak ada lagi pemasukkan. Gaji gubernur Rp 9 juta pula," sebut Edy, Senin (20/9/2021).

Dan sepanjang 2018-2020, Edy mengaku ada menjual aset berupa tanah dan kendaraan.

"Mobil kujual, tanah kujual. Masuk pula jadi berita begitu tak tahu saya," sebutnya.Lagian menurut mantan Pangkostrad itu, selama menjabat sebagai Gubernur Sumut dirinya hanya fokus mengurusi Sumut.

"Saya tak orang bisnis, jadi ngabisin saja," ucapnya.

Diketahui pada 2018, Edy tercatat memiliki 15 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Medan, Binjai, Deliserdang, Bogor (Jawa Barat) dan Kampar (Riau). Total nilai harta berupa tanah dan bangunan itu sebesar Rp 15,9 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved