Breaking News:

Sejarah Pengadilan Agama Kota Binjai, Bangunan Bersejarah Peninggalan Kolonial Belanda

Sebelum menjadi Gedung Pengadilan Agama, bangunan cagar budaya ini dulu ditempati Pengadilan Negeri Binjai selama bertahun-tahun. 

Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ SATIA
Gedung Pengadilan Agama Kota Binjai, di Jalan Sultan Hasanuddin. (TRIBUN-MEDAN.COM/HO).  

Sriwijaya Binjai bergabung dengan Kantor Departemen Agama Kabupaten Langkat. Adapun Staf Pengawainya H. Abdul Wahab sebagai Ketua M(P)AI Langkat, yaitu Panitera, Panitera Pembantu, jurutulis dan pesuruh masing-masing M. Amin, Hasanul Arifin, Ngadi, M. Amin Lubis, sedang Anggota-anggota Hakim :  

1. Sekh Abdul Rahim Abdullah,

2. H. Muhammad Shaleh,

3. Zainal Abidin

4. Abdul Hapin dan

5. M. Ya’cub Abdullah.

Didalam pasal 3 UU. Darurat No.1 tahun 1951 disebutkan pula bahwa Kelanjutan Pengadilan Agama diatur (lebih lanjut) dengan Peraturan Pemerintah. Maka pada tahun 1957 diterbitkanlah Peraturan Pemerintah.

Yang masing-masing ialah Peraturan pemerintah No. 29 tahun 1957 tentang Pembentukan Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah diluar Jawa dan Madura, dengan mendasarkan dari PP.No 29/1957 dan dengan terbitnya PP. No 45/1957, PP.No 29 / 1957 tersebut dicabut.

Sejak Bulan April 1953 s/d 28 September 1971 Pengadilan Agama Binjai pindah kantor di Jalan. Veteran No. 41 Binjai rumah H. Abdul Wahab yang pada waktu itu sebagai Ketuanya.

Baca juga: Ada Jadwal Manggung di Sumbawa, Lesti Kejora dan Rizky Billar Malah Kena Apes Gegara Hal Ini

Dengan berlakunya Peraturan pemerintah No. 45/1957 lembaran Negara No. 99/1957 Majelis (Pengadilan) Agama Islam. Telah membawa perubahan bagi Pengadilan Agama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved