Breaking News:

Dualisme Tidak Kunjung Selesai, L2DIKTI Pindahkan Seluruh Mahasiswa ITM

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak mungkin untuk mengalihkan kampus tersebut kepada yang lain, karena akan berpotensi konflik.

Penulis: Alfiansyah | Editor: Ayu Prasandi
T R IBUN-MEDAN.com/Victory Arrival
Kondisi terkini kampus Institut Teknologi Medan (ITM) di Jalan Gedung Arca, Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN, - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, mengambil keputusan akan memindahkan seluruh mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM).

Kepala L2DIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof Dr Ibnu Hajar menyebutkan langkah ini diambil mengingat konflik dualisme yang terjadi sejak 2020 tidak kunjung berakhir.

"Ceritanya panjang sejak 2020 sudah bermasalah, kalau ditutup itu arahnya kesana betul, ya tutup memang. Itu dia kalau sekarang kita jelaskan itu panjang ceritanya," kata Ibnu kepada Tribun-medan.com, Selasa (21/9/2021).

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak mungkin untuk mengalihkan kampus tersebut kepada yang lain, karena akan berpotensi konflik.

Baca juga: Doa Menahan Marah dan Emosi Tinggi Diajarkan Rasulullah, Beserta 4 Tahap Tata Cara Meredamnya

"ITM sama dengan Dwi Warna, itu sudah tertera di Kumham. Kalau ITM itu diambil atau dialihkan ke orang lain itu sama dengan sudah keluar dari Kumham," sebutnya.

"Kita sudah sampaikan jika itu terjadi, maka yayasan akan menuntut ini dan akan membawa keranah hukum," sambungnya.

Ibnu mengatakan jika permasalahan pengambilan alih kampus tersebut akan memakan waktu bertahun-tahun.

"Kalau ke ranah hukum pasti bisa sampai bertahun-tahun," tuturnya.

Maka dari itu, ia mengaku pihaknya mengambil langkah untuk memindahkan seluruh mahasiswa ITM ke kampus-kampus swasta sesuai dengan jurusannya masing-masing.

"Kita memikirkan menyelesaikan studi atau kita menyelamatkan untuk ngambil ITMnya. Pilihan ini sulit kalau kita masih mau ITM maka kita tidak akan selesai," katanya.

Sebelum mengambil keputusan tersebut, Ibnu mengaku bahwa pihaknya telah membahas permasalahan ini bersama dengan Kementrian, Biro Hukum, Biro Kelembagaan.

Baca juga: Warga Mengaku Tenang setelah Pohon di Jalan Brigjend Katamso Dipangkas

"Kalau niatnya mau selesai itu opsinya tidak mungkin dialihkan, opsinya itu pindah. Biro hukum merekomendasi untuk mengambil opsi pindah," ungkapnya.

Selain itu, Ibnu menyebutkan bahwa pemerintah tidak sembarangan juga mengambil keputusan pemindahan mahasiswa tersebut.

"Yang pertama dipikirkan prodinya sama, yang kedua akreditasinya ada, minimal sama dengan ITM atau lebih tinggi, jadi nanti akan terjadi mungkin yang akreditasnya C akan pindah ke B," pungkasnya.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved