Breaking News:

Gubernur Edy Mengamuk

Gubernur Edy Rahmayadi Mengamuk, Plt Sekda Siantar akan Tegur Kadis Pertanian dan Kadis Perdagangan

Kepala Dinas Pertanian Ali Siregar dan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Jadimpan Pasaribu membuat marah Gubernur Edy Rahmayadi.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berpidato di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Selasa (22/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pj Sekretaris Daerah Pematangsiantar Zubaidi mengaku akan menegur dua kepala dinas yang membuat marah Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat berbicara di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah, Selasa (21/9/2021) siang. 

Kepala Dinas Pertanian Ali Siregar dan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Jadimpan Pasaribu tidak ada pada acara itu saat gubernur membahas tentang isu pertanian dan perdagangan. 

"Nanti saya tegur dia. Sebenarnya pagi tadi datang, tapi ketika acara tadi entah di mana. Kemudian Kadis PU kebetulan ada Inspektorat datang," katanya.

Zubaidi juga akan mengumpulkan para lurah yang telah diimbau gubernur untuk memaksimalkan potensi daerah, terutama pertanian rumahan.

"Lurah akan kita kumpulkan karena memang yang disampaikan Pak Gubernur itu positif," kata Zubaidi. 

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tampak murka saat berpidato. Ia memanggil beberapa kepala dinas karena ingin menanyakan tentang realisasi serapan anggaran dan pertumbuhan bahan komoditas kebutuhan pokok.

"Mana Kepala Dinas Pertanian Siantar? Ini mau kukupas kepalanya. Kepala Dinas Koperasi tak ada juga?" ujar Edy.

Edy pun meminta para kepala dinas tidak menyepelekannya sebagai Gubernur Sumatera Utara. Edy mengatakan, dirinya adalah pejabat perwakilan pusat di daerah.

"Pak Ketua DPRD perlu dipersoalkan ini. Saya juga punya wewenang karena perwakilan pusat di daerah. Jangan mentang-mentang gubernur, saya dianggap tak ada apa-apanya," kata Edy.

Edy pun meminta para kepala dinas dan kepala badan yang hadir agar memajukan kursi ke depan untuk lebih memperhatikan paparannya. 

Edy menuturkan, tiga tahun terakhir, produksi beberapa komoditas tanaman kebutuhan pokok mengalami pertumbuhan, terutama bawang merah dari yang 21 persen kini mencapai 64 persen.

"Beras kita surplus, cabai merah surplus, cabai rawit surplus, daging ayam ok, telur ayam oke. Kemudian gula sedang dalam pembuatan pabrik di Langkat. Kemudian bawang putih masih sulit. Setiap tahun masih import dari Singapura, padahal tanahnya tak ada," kata Edy.

Sementara, khusus di Siantar, kebutuhan pokok memiliki rapor merah. Cabai defisit 100 persen, bawang merah defisit 100 persen, bawang merah defisit 100 persen, bawang putih defisit 100 persen dan kentang defisit 100 persen. Hanya Beras yang tercapai 30 persen, dan jagung surplus 100 persen. 

Edy mengatakan tak masalah bila para OPD, Camat, dan Lurah menyimpan rasa tak suka dengan kalimat-kalimat yang disampaikannya selama kunjungan kerja. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved