Breaking News:

Pemko Medan Abadikan Nama Prof dr Harun Rasyid Lubis Jadi Ruangan Haemodialisis di RS dr Pirngadi

Pemerintah Kota Medan meresmikan ruang dialisis Prof dr Harun Rasyid Lubis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi. 

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman Menyematkan Ulos 

Selanjutnya Aulia Rachman meminta seluruh jajaran RS dr Pirngadi Medan agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat kota Medan. Sebab RS dr Pirngadi Medan merupakan ikon Kota Medan dan menjadi pusat pendidikan.

"Kami ingin rumah sakit ini berubah sehingga masyarakat yang menilai rumah sakit milik Pemko Medan ini "Angker" dalam hal pelayanan kesehatan yang tidak baik, berubah menjadi lebih baik. Pemko Medan akan dukung dan mensupport apa yang menjadi kendala. Sebab kami berharap RS dr Pirngadi Medan menjadi rumah sakit yang diperhitungkan di Kota Medan selain rumah sakit swasta," Jelas Aulia Rachman.

Sementara itu, Dirut RS dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan mengungkapkan bahwa ruangan Haemodialisis ini berdiri tahun 1977 dan diprakarsai oleh Prof dr Harun Rasyid Lubis.

Peralatan alat cuci darah ini beliau bawa dari Belanda bersama Prof dr Sidabutar, dimana Prof dr Sidabutar mendirikan di Jakarta, Prof dr Harun Rasyid Lubis mendirikan ruangan Haemodialisis di Medan tepatnya di RS dr Pirngadi Medan.

"Penabalan nama Prof dr Harun Rasyid Lubis di ruangan Haemodialisis ini karena jasanya yang sangat luar biasa bukan hanya masyarakat Kota Medan tetapi mancanegara. Selain itu ruangan ini juga menjadi pusat pendidikan dan pelatihan Haemodialisis tenaga para medis dan dokter," jelas dr Suryadi Panjaitan yang juga mengaku sebagai muridnya.

Suryadi Panjaitan menjelaskan ruangan Haemodialisis memiliki fasilitas yang lengkap dimana terdapat 54 mesin alat cuci darah. Dengan alat ini sudah cukup untuk melayani masyarakat yang akan cuci darah.

Selain itu, alat cuci darah juga terdapat di Ruangan ICU Covid-19, karena ada juga Pasien Covid-19 yang memerlukan pelayanan cuci darah tersebut. "Pasien cuci darah bertambah terus setiap harinya, Saat ini saja ada 130 orang pasien, rata - rata dicuci darah sebanyak 30 sampai 40 orang perharinya," ujar dr Suryadi Panjaitan.

Selanjutnya dalam peresmian ruangan Haemodialisis tersebut Wakil Wali Kota Medan bersama Dirut  RS dr Pirngadi Medan menyematkan kain ulos dan memberikan makanan khas Batak Otak Gurgur kepada istri Almarhum Prof dr Harun Rasyid Lubis sebagai ungkapan terima kasih.

Selain itu juga Aulia Rachman juga meninjau ruangan Haemodialisis Prof dr Harun Rasyid Lubis

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved