Breaking News:

Bank Sumut dan KPK Percepat Penyelesaian Kredit Bermasalah

Bank Sumut dan KPK menggelar rapat bersama terkait upaya penyelesaian kredit bermasalah yang sering terjadi di lapangan

HO
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar rapat pembahasan bersama secara virtual melalui teleconference dengan jajaran Manajemen Bank Sumut, beberapa waktu lalu. / HO 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar rapat pembahasan bersama secara virtual melalui teleconference dengan jajaran Manajemen Bank Sumut

Rapat tersebut membahas monitoring percepatan penyelesaian kredit bermasalah (Non Performing loan) Bank Sumut

Pada rapat tersebut jajaran Manajemen Bank Sumut juga menyampaikan komitmen penurunan NPL disertai langkah-langkah perbaikan yang akan diterapkan.

Hadir pada rapat teleconference tersebut Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah yang mengikuti secara virtual, Direktur Kordinasi Supervisi Wilayah I KPK Didik Agung Wijanarko, Kasatgas kordinator Supervisi Wilayah I KPK Maruli Tua, hadir jugga Asdatun Kejaksaan Tinggi Sumut DR Prima Idwan Mariz. 

Baca juga: TIGA Tersangka Korupsi Kredit Macet Bank Sumut Kembalikan Kerugian Keuangan Negara Rp 25,6 Miliar

Dari pihak Bank Sumut hadir jajaran Komisaris, Direksi, Pemimpin Divisi dan Seluruh Pemimpin Cabang Bank Sumut secara virtual.

Direktur Utama PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menjelaskan Bank Sumut memiliki 4 pilar dalam proses perbaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan yaitu Penagihan, Restrukturisasi, lelang dan hapus Buku. 

Rahmat menyampaikan, Bank Sumut juga terus melakukan berbagai upaya pencegahan untuk meminimalisir kredit macet yang berpotensi dari perilaku korupsi atau fraud yang terjadi.

"Diantaranya penyempurnaan struktur dan prosedur pemberian kredit/pembiayaan di Bank sumut dengan prinsip four eyes.  Termasuk juga penandatangan pakta integritas, sosialisasi dan pelatihan secara berkala kepada seluruh pegawai agar selalu memahami proses dan ketentuan hukum dalam menyalurkan kredit," katanya.

Baca juga: Wakil Bupati Langkat Mengikuti RUPS Luar Biasa PT Bank Sumut, Berikut 4 Agenda Rapatnya

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang juga hadir menyampaikan bahwa sebagai pemegang saham PT Bank Sumut mengucapkan terima kasih kepada KPK yang begitu serius terlibat dalam menangani permasalahan jalannya pemerintahan dan BUMD, salah satunya Bank Sumut

“Pemprov Sumut pastinya ingin peningkatan PAD melalui BUMD yang berada di bawah kendali dan kepemilikan Provinsi Sumut salah satunya Bank Sumut. Bank Sumut merupakan BUMD yang terbesar memberikan PAD terbesar untuk Pemprov Sumut,” ujar Musa.

Namun, lanjut Musa, masih banyak yang harus diperbaiki dan diawasi terutama terkait kredit bermasalah. 

Baca juga: Pemko Medan Kucurkan Modal Rp 100 Miliar ke Bank Sumut di Masa Covid-19, Ini Tanggapan Fraksi PDIP

Ia berharap kinerja dari seluruh Direksi, Komisaris dan jajaran Bank Sumut lebih profesional sebagaimana pekerjaan benar-benar dikerjakan secara benar dan sesuai aturan, serta transparan.

Sementara itu, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Sumut Prima menyampaikan kalau suatu lembaga atau instansi sudah mau terbuka didampingi KPK, menurutnya, luar biasa menandakan itikad kuat. 

“Saya ingin yang kita lakukan betul-betul menjadi perhatian teman-teman Bank Sumut. Kami selalu siap membantu bukan hanya dalam hal teknis datun tapi juga dalam hal pembekalan, misalnya bagaimana perikatan yang baik agar tidak lagi salah langkah,” tutupnya.(cr9/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved