Breaking News:

Belajar Tatap Muka Terbatas di Kota Siantar Dimulai Senin Pekan Depan

Pemko Pematangsiantar menjadwalkan pelaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Senin (27/9/2021) pekan depan.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Simulasi pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 1 Medan saat mengikuti simulasi atau uji coba tatap muka pada Senin (21/6/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemko Pematangsiantar menjadwalkan pelaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Senin (27/9/2021) pekan depan. Pekan ini, Pemko menggelar simulasi PTM Terbatas selama tiga pekan.

"Untuk SOP-nya mengacu kepada SKB 3 Menteri. Semua sudah tertera, mulai tertib masuk hingga ke dalam kelas. Bahkan sampai mau izin ke kamar mandi sudah ada SOP-nya," kata Plt Kepala Disdik Kota Pematangsiantar Rosmayana Marpaung pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II Pematangsiantar, Rabu (22/9/2021) siang.

Rosmayana menyebut, syarat lain yang dibutuhkan untuk menggelar PTM Terbatas adalah tenaga pendidik sudah harus divaksin. Saat ini vaksinasi tenaga pendidik di Siantar sudah berjalan 80 persen. Sementara 20 persen sisanya terkendala faktor kesehatan yang menyerta.

Kemudian Rosmayana juga melaporkan proses vaksinasi kepada pelajar yang berusia 12 tahun ke atas masih berjalan.  Vaksinasi kepada peserta didik ini tetap harus mendapat izin dari orang tuanya.

"Kami khawatir ada anak-anak yang memiliki komorbid," katanya dengan menekankan bahwa peserta didik yang akan divaksin dianjurkan untuk mendaftarkan diri melalui aplikasi PeduliLindungi," ujarnya.

Terpisah Kabid Pendidikan Dasar, Lusamti Simamora menambahkan, hasil rapat dengan para kepala sekolah SD dan SMP mengeluarkan simulasi PTM tiga hari menjadi penentu kelanjutan PTM tersebut.

"Kami lakukan simulasi dengan kapasitas 30 persen siswa. SD masuk jam 8 pagi, SMP masuk jam 9 pagi. Kita buat jarak biar tidak terlalu padat di kota. Untuk Kamis yang masuk SMP kelas VII, SD kelas VI. Selanjutnya Jumat untuk SMP kelas VIII, SD kelas V. Sabtu untuk SMP kelas IX dan SD Kelas I," ucapnya. 

Sementara masa belajar diberikan waktu selama tiga jam dan peserta didik dilarang tidak keluar kelas. 

"Selama tiga hari ini kita evaluasi.  Kalau hasilnya positif maka Senin kita coba PTM terbatas. Harapan kita vaksinasi ini bisa dilaksanakan di tiap sekolah saja, jangan di Puskesmas atau di tempat lain supaya terarah. Kemudian lebih memudahkan kita soal pendataan," jelasnya. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved