Breaking News:

Jembatan Penghubung Desa Pon dan Desa Sei Bamban Dinilai Kurang Tepat Sasaran

Jembatan penghubung Desa Pon dan Desa Sei Bamban dianggap tidak tepat sasaran karena alasan berikut ini

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Kondisi jembatan penghubung antara Dusun VII, Desa Pon dengan Desa Sei Bamban, Serdangbedagai, yang dinilai warga sekitar kurang tepat sasaran, Rabu (22/9/2021).(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Jembatan yang menghubungkan Dusun VII, Desa Pon dengan Desa Sei Bamban, Serdangbedagai, dinilai warga kurang tepat sasaran.

Warga mengungkapkan, bahwa jalan menuju Desa Sei Bamban jarang dilalui kendaraan roda empat, dan hanya bisa dilalui sepeda motor dan sepeda dayung saja.

Amatan www.tribun-medan.com saat menyambangi lokasi, kondisi jalan yang setapak, mustahil dilalui pengendara roda empat saat setelah melitasi jembatan dari Dusun VII, Desa Pon.

"Yang bisa ngelewati jalan ini hanya sepeda motor dan sepeda dayung. Karena setelah melewati jembatan ini, jalan menuju Desa Sei Bamban hanya jalan setapak," ujar Boru Silaen warga Desa Pon, Rabu (22/9/2021). 

Baca juga: Bupati Cantik Berstatus Janda Ini Adopsi Bayi yang Ditemukan di Bawah Jembatan, Kini Tumbuh Besar

Boru Silaen menjelaskan, jalan menuju Desa Sei Bamban juga bisa dilalui dari jalan lainnya.

Kebetulan jalan tersebut tidak jauh lokasinya dari jembatan yang sedang diperbaiki ini. 

"Sedangkan, jalan yang sama juga ada di sini, tujuannya juga sama menuju Desa Sei Bamban. Besar pun jalannya, bisa dilewati mobil. Cuma ya jembatannya menurut saya kurang besar. Harusnya jalan yang ini jembatannya di perbaiki," ujar Boru Silaen.

"Jalan ini sering dilewati truk untuk mengangkut padi, harusnya sih yang ini di perbaiki jembatanya," sambungnya.

Lanjut wanita yang bekerja sehari-hari sebagai petani, anggaran yang dikeluarkan untuk membangun jembatan yang menghubungkan dua desa ini, cukup besar.

Baca juga: Dulu Bayi Ini Dibuang di Bawah Jembatan, Kini Tumbuh Rupawan Naik Derajat Jadi Anak Angkat Bupati

"Kalau menurut saya terlampau besar anggarannya pembuatan jembatan ini, sekitar 1,1 miliar," ujar Boru Silaen.

Sementara itu, tampak plang informasi pembangunan dari dinas PUPR Kabupaten Serdangbedagai yang bertuliskan, nilai kontrak pembangunan berjumlah Rp. 1.188.771.000, sumber dana APBD, dan dikerjakan oleh CV. Dhillon.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Serdangbedagai, Johan Sinaga mengatakan, terkait pembangunan jembatan Desa Pon adalah hasil musrembang desa ke kecamatan, dan kecamatan ke tingkat kabupaten yg diusulkan  kepala desa secara prioritas penangannanya di tahun ini.

Baca juga: VIRAL Aksi Pungli di Jembatan Rusak, Kabid Humas Polda Sumut: Akan Kita Tindak

"Mengingat pentingnya jembatan tersebut, sebagai akses mobilisasi hasil pertanian di dua desa yakni Desa Sei Bamban dan Desa Pon," ujar Johan.

Lanjut Johan, masalah konstruksi, pemerintah Kabupaten Serdangbedagai merencanakan dengan penggunaan jangka panjang dengan sistem peningkatan status dan fungsi jalan.

"Untuk jalan satunya lagi yang sering dilalui kendaraan roda empat itu, ada rencana kita kedepan tentang peningkatan status dan fungsi jalan. Sehingga perlu perencanaan yg matang kedepan," tutup Johan Sinaga. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved