Breaking News:

Pedagang Kaki Lima Menyesal Memilih Amir Hamzah sebagai Wali Kota Binjai

Sebagian pedagang kaki lima atau PKL mengaku, menyesal telah memilih Amir Hamzah sebagai Wali Kota Binjai, Rabu (22/9/2021). 

Penulis: Satia | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/SATIA
Wali Kota Binjai Amir Hamzah 

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI - Sebagian pedagang kaki lima atau PKL mengaku, menyesal telah memilih Amir Hamzah sebagai Wali Kota Binjai, Rabu (22/9/2021). 

Penyesalan ini diungkapkan, lantaran Pemerintah Kota Binjai menagih pajak restoran kepada pedagang kaki lima, yang omzetnya sekarang ini diujung tanduk, lantaran dampak pandemi Covid-19. 

Selain kepada Amir Hamzah, pedagang juga menyesalkan sikap Anggota DPRD Kota Binjai, yang saat ini adem-adem saja menyikapi persoalan pajak. 

"Sampai dengan saat ini, tidak ada satupun anggota dewan dan datang yang mendukung para pedagang. Apalagi Wali Kota Amir Hamzah," kata Wanda, penjual Burger di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Binjai. 

Setelah di PHK, Wanda banting setir berjualan Burger pinggir jalan untuk menyambung hidup dari hasil penjualan. Baru tiga bulan berjualan, dirinya sudah mendapatkan surat tagihan pajak restoran.

"Baru tiga bulan jualan sudah dapat tagihan pajak yang harus dibayarkan," katanya. 

Wanda mengatakan, seharinya ia ditagih Rp 30 ribu, dan wajib bayar dalam sebulan Rp 900 ribu. Menurutnya, hasil penjualannya tidak akan cukup memenuhi kebutuhan hidup saat ini.

Sebab, ia harus membayar uang sewa tempat, belum lagi harus membelanjakan dagangan.

"Dapat sehari misalnya Rp 100 ribu, belum lagi harus bayar uang lampu, sewa tempat juga dan sampah. Mana mungkin cukup untuk bayar pajak itu," ungkapnya. 

Nur (52), pedagang Pecel, di Jalan Wahidin, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Senin (6/9/2021).
Nur (52), pedagang Pecel, di Jalan Wahidin, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Senin (6/9/2021). (TRIBUN-MEDAN.COM/SATIA)

Karena pandemi Covid-19, tidak setiap hari ia harus membawa pulang uang banyak ke rumah. "Berat sekali di masa sekarang ini untuk hidup," ungkapnya. 

Dirinya bersama dengan pedagang kaki lima lainnya, tak habis pikir melihat kebijakan Amir Hamzah yang baru menjabat sebagai Wali Kota. 

"Heran kami dengan pemerintah saat ini, gak tai lagi harus ngomong apa," ujarnya. 

Kemudian, ia berharap melalui petisi penolakan penagihan pajak kepada pedagang kaki lima, Amir Hamzah dapat terbuka hatinya. 

"Kita mohon kepada pemerintah agar tidak memberatkan masyarakat," ungkapnya..

(wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved