Breaking News:

Penjual Burger Pinggir Jalan Ini Kebingungan Harus Bayar Pajak Restoran ke Pemko Binjai

Dirinya yang sudah setahun berjualan belum pernah mendengar sosialisasi atau pemberitahuan dari Pemerintah Kota Binjai, terkait pajak ini. 

Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN/SATIA
Rian, penjual Burger menolak pengutipan pajak restoran, ditemui di Jalan Raimin, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai. 

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI- Rian, penjual Burger di Jalan Juanda, Kecamatan Binjai Timur kebingungan membayarkan tagihan pajak restoran kepada pemerintah Kota Binjai, Rabu (22/9/2021). 

Lantaran, ia berjualan di bahu jalan dengan menggunakan gerobak, bukan dengan lapak permanen. 

"Saya berjualan di pinggir jalan dengan menggunakan gerobak, kenapa harus mendapatkan tagihan pajak restoran juga," kata dia, saat ditemui di Jalan Raimin, Kecamatan Binjai Timur. 

Dirinya yang sudah setahun berjualan belum pernah mendengar sosialisasi atau pemberitahuan dari Pemerintah Kota Binjai, terkait pajak ini. 

Baca juga: Restoran Take Away Easy Eats Kitchen, Sediakan Makanan ala Thailand hingga Bubur dan Kolak

Menurut dia, kenapa tiba-tiba, Pemko Binjai mengutip pajak kepada pedagang kaki lima. 

"Sudah setahun saya berjualan. Belum ada pajak yang ditagihkan kepada saya," jelasnya. 

Seharinya, kata Rian Pemko Binjai menagih pajak Rp 30 ribu. Dan ia juga dapat ancaman, harus membayar pajak ini kepada pemerintah. 

"Satu hari saya dikutip Rp 30 ribu, sebulan Rp 900 ribu. Dan harus membayarkan pajak ini kepada pemerintah," ucapnya. 

Rian mengatakan, disaat-saat wabah pandemi Covid-19 masih melanda, pendapatannya terus menurun.

Karena itu, dirinya mengaku berat untuk membayar pajak kepada pemerintah, lantaran harus memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Karo Melandai, Tingkat Kesembuhan Semakin Banyak 

"Pendapatan berkurang, kalau untuk membayar pajak tidak mungkin bisa. Karena saya harus bayar sewa lagi, dan belanja barang jualan lagi," jelasnya. 

Ia berharap, melalui petisi penolakan pajak restoran oleh pedagang kaki lima, Wali Kota Binjai Amir Hamzah membatalkan pengutipan tersebut. 

"Saya minta kepada pemerintah pajak dihilangkan kepada PKL, retribusi kami tidak keberatan membayarnya kepafa pemerintah. 

(wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved