Breaking News:

Bocah Tanjungbalai Kecanduan Bensin Jadi Korban Buli, Pernah Dibakar dan Disuruh Minum Air Seni

Kini orang tuanya berharap mendapat bantuan untuk menyembuhkan anaknya dari kebiasaan yang aneh itu

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI
Muhammad Aryadi Sebastian(11) warga Jalan Masjid, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai memiliki kebiasaan aneh mengonsumsi BBM jenis pertalite dan premium, Kamis (23/9/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI) 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Muhammad Arya Sebastian, bocah usia sebelas tahun dari Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, kecanduan meminum bensin dan pertalite sejak usia lima tahun.

Ia berasal dari kalangan kurang mampu, dan kini orang tuanya berharap mendapat bantuan untuk menyembuhkan anaknya dari kebiasaan yang aneh itu.

Selain punya kebiasaany yang membahayakan itu, Arya juga kerap menjadi korban perisakan (bullying).

Ibunya, Uci, mengatakan Arya pernah dibakar hingga dipaksa minum air seni oleh teman-temannya.

Baca juga: Bocah di Tanjungbalai Kecanduan Minum BBM Jenis Pertalite, Saat Kecil Suka Makan Beling dan Paku

"Dulu pernah, dia dibakar kawan-kawan seumurannya. Pengakuan dia pas di bakar itu sebelumnya dimintai uang, terus di suruh minum air kencing orang itu. karena uangnya enggak dikasih, disiramlah itu bensin ke badannya dan dibakar," ujarnya.

Keluarga sempat melaporkan kasus ini ke kepolisian. Namun, akhinya kasus diselesaikan secara kekeluargaan.

"Itu tiga tahun lalu. Tapi ya sudalah, saya maafkan saja," ujar Uci.

Uci mengaku, saat terkena api, Arya sempat mengalami cacat pada kaki. Luka bakar yang di alaminya sempat menempel antara betis dan paha.

"Kakinya sampai enggak bisa diluruskan. Betis dan paha nempel. Tapi, setelah diterapi, alhamdulillah bisa sekarang jalan," pungkasnya. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved