Breaking News:

Kapolrestabes Medan dan Kasat Reskrim Tidak Kompak, Dugaan Pelat Palsu Konsulat Rusia Dihentikan

Polrestabes Medan mendadak menghentikan kasus dugaan pelat palsu Konsulat Rusia yang dipakai oleh oknum dokter berinisial FN

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
iga mobil plat CC dan satu plat BK diamankan Polrestabes Medan, Kamis (26/8/2021). (TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko dan Plt Kasat Reskrim, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung memberikan keterangan berbeda-beda soal kasus dugaan pemalsuan pelat Konsulat Rusia yang dilakukan oleh oknum dokter berinisial FN.

Sebelumnya, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan bahwa FN sudah tersangka.

Tapi Kombes Riko Sunarko malah membantah keterangan anak buahnya sendiri.

Baca juga: Polisi Lepas Oknum Dokter Pengguna Mobil Berpelat Konsulat Rusia

Dia bahkan mengatakan kasus dugaan pemalsuan pelat Konsulat Rusia sudah dihentikan.

Alasannya, kasus itu cuma pelanggaran lalu lintas biasa.

"Tidak ada kasusnya di kepolisian lagi. Hanya pelanggaran lalu lintas," kata Riko, Rabu (22/9/2021). 

Ditanya lebih lanjut bahwa dugaan pemalsuan pelat kendaraan merupakan tindak pidana, Riko memilih ngacir meninggalkan awak media.

Merujuk Undang-undang Lalu Lintas, oknum dokter berinisial FN sebenarnya bisa dijerat pidana dan terancam pidana.

Baca juga: Tiga Mobil Konsulat Rusia, Satu Mobil Plat BK Diamankan Polisi, Ada Simbol Gugus Tugas Sumut

Oknum dokter itu melanggar Pasal 280 UU Lalu Lintas yang berbunyi "setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasangan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaiman dimaksud dalam Pasal 68 Ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Kemudian, oknum dokter itu bisa dijerat UU Lalu Lintas Pasal 263, yang berbunyi "barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun,”.

Baca juga: Oknum Dokter di Medan Diduga Palsukan Pelat Mobil Konsulat Rusia, Ditangkap Bersama Tiga Unit Mobil

Sayangnya, Polrestabes Medan akhirnya memilih melepaskan oknum dokter tersebut.

Padahal sebelumnya Polrestabes Medan menyebut di Kota Medan tidak ada perwakilan Konsulat Rusia, dan oknum dokter tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka sebagaimana penjelasan Plt Kasat Reskrim Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung.(tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved