Breaking News:

Penipu Modus Janji Bantuan Kapal untuk Nelayan Ditangkap Korban, Diserahkan ke Polres Sergai

Kepada korban, elaku mengaku bekerja sebagai staf Kementerian Sosial yang mengurus bantuan sosial.

TRIBUN MEDAN/HO
Korban melaporkan penipuan bermodus bantuan usaha dan menyerahkan pelaku ke Satreskrim Polres Sergai, Kamis (23/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Penipu yang janjikan bantuan dana pra-usaha untuk pengangguran dan kapal untuk nelayan, IN, warga Desa Penggalangan, Kecamatan Tebing Tinggi Syahbandar, Kabupaten Serdangbedagai, ditangkap korbannya dan diserahkan ke kantor polisi, Kamis (23/9/2021) dinihari.

Pelaku IN ditangkap korbannya pada pukul 00.30 WIB di sebuah warung kopi di Simpang Binjai. 

Lisaputra alias Tora (41) warga Jalan Nelayan, Dusun 1, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, ialah satu diantaranya korban yang ikut menangkap pelaku mengatakan, ia mengenal pelaku lantaran dahulu sesama pengurus salah satu partai peserta pemilu 2019.

"Kepada saya, pelaku mengaku bekerja sebagai staf Kementerian Sosial. Dan menawarkan bantuan pra-usaha untuk pengangguran, serta bantuan boat untuk nelayan," ucap Tora.

Usai menangkap pelaku dini hari tadi, Tora langsung membuat pengaduan di SPKT Polres Serdangbedagai (Sergai) bersama beberapa warga korban penipuan lainnya.

Pelaku menjanjikan kepada korban bantuan Rp 28 juta per kelompok dan kapal nelayan dengan dikenakan biaya proses pengurusan sebesar Rp 20 juta.

"Setelah uang diberikan Rp 5 juta dan biaya lainnya dari para korban berjumlah sepuluh orang total sebanyak Rp18 juta lebih. Kemudian setelah itu pelaku tidak ada kabarnya lagi," ucap Tora. 

Lanjut Tora, selama ini mereka hanya berhubungan atau komunikasi melalui telepon seluler dan memberikan uang juga melalui transfer.

"Baru dua minggu yang lalu kami berhubungan. Namun setelah diberikan uang, tidak ada lagi kabar dari pelaku. Kami berlima mencari pelaku dan bertemu di Simpang Binjai, langsung kami bawa ke Kantor Polres Tebingtinggi dan lantaran kami alamat Serdangbedagai di arahkan untuk membawa pelaku ke Polres Serdangbedagai," tutup Tora. 

Hingga kini pelaku masih diperiksa secara intensif di Satreskrim Polres Serdangbedagai. Saat ditanyai mengenai kejadian ini Kasat Reskrim AKP Denny Lubis membenarkan bahwa pelaku ngaku sebagai staf di Kemensos RI.

"Benar. Pelaku ngaku sebagai staf Kemensos RI dan masih dalam pemeriksaan intensif penyidik," ujar Denny. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved