Breaking News:

Rosita Napitupulu Menangis Geram Lihat Pembunuh Kakaknya di Persidangan

Emosi Rosita memuncak saat melihat terdakwa Muhammad Anang Kosin Alias Andika yang mengikuti sidang secara daring. 

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI
Rosita Napitupulu, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kejadian yang menimpa saudarinya Lisbet Napitupulu di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (23/9/2021). 
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rosita Napitupulu tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kejadian yang menimpa saudarinya Lisbet Napitupulu di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (23/9/2021).
Emosi Rosita memuncak saat melihat terdakwa Muhammad Anang Kosin alias Andika yang mengikuti sidang secara daring. 
Ia tak habis pikir, tetangga saudarinya itu tega menghabisi nyawa Lisbet dengan keji. 
"Kawan nelpon aku. Katanya, cepat ke sini saudaraku dibunuh.  Nangis aku langsung menjerit. Sampai di sana kulihat lehernya bekas tikam," katanya sambil mengangis.
Ia mengatakan bahwa menurut penuturan tetangganya, terdakwa ada mengambil sepeda motor korban. Ia juga mengatakan bahwa korban dan terdakwa adalah tetanggaan.
"Mereka bertetangga, dia ini sering belik rokok ke tempat saudara saya," cetusnya
Bahkan, Rosita mengaku bahwa  terdakwa sempat melayat ke rumahnya.
"Waktu meninggal itu, pagi-pagi jam 3 berani dia melayat ke tempat saya, turut berduka cita ya kak katanya yang sabar ya," ucapnya sembari mempraktikkan perbuatan terdakwa.
Sementara itu, saat ditanya Penasehat Hukum terdakwa, apakah terdakwa dan korban memiliki hubungan khusus, dengan tegas Rosita menjawab tidak.
"Enggak ada. Dia tetangga," katanya.
Usai mendengarkan keterangan para saksi, saat ditanya Hakim Ketua Hendra Utama Sutardodo apakah benar hal tersebut, terdakwa Anang tanpa basa basi langsung membenarkan.
"Ya. Benar, Pak," ucapnya.
Saat menuju ke pintu luar sidang, Rosita yang terlihat geram sempat berteriak ke terdakwa.
"Mati kau di dalam itu! Mati kau!" ucapnya.
Dikatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat, bahwa awalnya pada hari Rabu tanggal 05 Mei 2021 sekira pukul 22.00 WIB Terdakwa Muhammad Anang Kosin Alias Andika, datang menjumpai Muhammad Afrizal yang mana pada saat itu, Terdakwa membawa 1 buah pisau yang disimpan di pinggang.
"Lalu Terdakwa bertanya kepada Muhammad Afrizal 'Ada Job' kemudian Muhammad Afrizal menjawab 'ada itu perempuan dekat rumah saya' dan keesokan harinya pada hari Kamis tanggal 06 Mei 2021 sekira pukul 04.20 WIB Terdakwa bersama Afrizal menuju ke rumah Lisbet Napitupulu di Jalan Pelita I Kecamatan Medan Timur untuk mengambil barang-barang milik Lisbet," kata Jaksa.
Mereka pun datang dengan membawa 1 buah tas berisikan tang, dan pisau.  Sesampainya di tempat tersebut, keduanya pergi ke belakang rumah Lisbet dan merusak seng, yang berada di kamar mandi belakang, dengan menggunakan tang hingga seng tersebut terbuka.
"Kemudian Terdakwa dan Afrizal, masuk ke dalam rumah tersebut melalui seng. lalu Terdakwa berusaha membuka pintu dapur yang terkunci, namun Terdakwa meminta agar menunggu Lisbet  membuka pintu dapur tersebut, dan tiba-tiba sekitar pukul 05.30 WIB Lisbet  datang dan membuka pintu dapur tersebut," kata Jaksa.
Sontak saja, keduanya langsung mendorong pintu tersebut dengan keras, hingga Lisbet jatuh terlentang di lantai. Lalu Afrizal memegang kaki Lisbet dan mengikatnya.
"Sedangkan Terdakwa  memegang mulut Lisbet dan mengeluarkan pisau dan menempelkannya ke bagian leher Lisbet. Namun Lisbet meronta-ronta minta tolong dan Muhammad Afrizal berkata 'udah bunuh aja' lalu Terdakwa menusuk leher Lisbet hingga tertelungkup dilantai," kata Jaksa.
 Selanjutnya keduanya pun mengambil uang sebesar Rp 1.500.000, mengambil 20 bungkus rokok sampurna dan sepeda motor.
Lalu sekira pukul 09.00 WIB saksi Riachat Napitupulu (kakak kandung Lisbet Napitupulu) diberitahu oleh masyarakat bahwa adiknya telah tidak bernyawa.
"Kemudian Riachat pergi ke rumah Lisbet dan melihat luka tertusuk kemudian membawa Lisbet ke Rumah Sakit Bhayangkara, lalu melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi," beber Jaksa.
Selanjutnya, pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2021 Terdakwa Muhammad Anang dan Muhammad Afrizal ditangkap oleh pihak kepolisian, namun karena Muhammad Afrizal berusaha melawan, kemudian dilakukan tindakan tegas hingga Afrizal meninggal dunia.
Dikatakan Jaksa, bahwa selain mengakibatkan Lisbet  meninggal dunia, akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan Lisbet  mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 30 juta.
"Perbuatan Para terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 ayat 4 KUHP," pungkas Jaksa.(cr21/tribun-medan.com)
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved