Breaking News:

Tetapkan 11 Baju Adat, Bobby Nasution Kembali Jadikan Keberagaman Medan sebagai Kekuatan

Keberagaman etnis dan budaya di Kota Medan  merupakan sebuah kekayaan yang patut dibanggakan

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan, Bobby Nasution bersama Kahiyang Ayu, istrinya Membeli Pakaian Adat Karo di Rumah Uis, Jalan Jamin Ginting Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Keberagaman etnis dan budaya di Kota Medan  merupakan sebuah kekayaan yang patut dibanggakan, sekaligus menjadikan ibukota Provinsi Sumatera Utara ini  menjadi kota multikultural dan disebut sebagai miniaturnya Indonesia.

Atas dasar ini, Wali Kota Medan Bobby Nasution ingin menjadikan keberagaman etnis dan budaya  menjadi jati diri dan kekuatan Kota Medan.

Guna merepresentasikan keinginan tersebut, orang nomor satu di Pemko Medan itu mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemko Medan menggunakan pakaian adat setiap hari Jum’at saat bekerja.

Penggunaan pakaian adat setiap Jumat dikuatkan dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Medan No.025/02.K/VIII/2021 tanggal 3 Agustus 2021 tentang Pakaian Dinas dan Atribut Pakaian Dinas Khas Daerah di Lingkungan Pemko Medan.

Dalam SK tersebut disebutkan, pakaian dinas harian khas daerah terdiri dari 8 etnis yang ada di Kota Medan yakni pakaian harian khas daerah Melayu dimana laki-laki mengenakan teluk belanga dan tengkuluk, sementara perempuan mengenakan baju kurung.

Kemudian, Suku Karo (laki-laki: tanda-tanda dan bulang-bulang, perempuan: uis gara), Tapanuli Selatan (laki-laki: ulos dan ampu, perempuan: baju kurung), Batak Toba (laki-laki: ulos selempang dan bulung-bulung detat, perempuan: kebaya dengan selempang ulos), Simalungun (laki-laki:ulos dan gatong, perempuan: baju kebaya/bulong), Dairi/Pak-Pak (laki-laki: merapi-api, perempuan: merapi-api), Nias (laki-laki: baru oholu, perempuan : oraba si oli).

Selain 8 etnis yang ada di Kota Medan tersebut, pakaian dinas harian khas daerah juga ditambah dengan 3 etnis pendatang lainnya yakni Jawa (laki-laki: baju jawi jangkep, perempuan: kebaya), Padang/Minangkabau (laki-laki: penghulu, perempuan: bundo kanduang) serta Aceh (laki-laki: linto daro, perempuan: daro baro). Dengan demikian ada 11 pakaian adat yang ditetapkan Bobby Nasution  untuk dikenakan seluruh ASN dan P3K di lingkungan Pemko Medan.

Tidak hanya menginstruksikan, Bobby Nasution langsung mengenakan pakaian pakaian adat di Jumat pertama pemberlakuannya. Menantu Presiden Joko Widodo itu memilih mengenakan pakaian adat Melayu yang merupakan suku asli Kota Medan lengkap dengan tengkuluknya (penutup kepala).

“Semua etnis dan keberagaman kebudayaan yang ada merupakan jati diri dan kekuatan bagi Kota Medan,” kata Bobby Nasution  baru-baru ini.

Dalam pemakaian pakaian adat tersebut, Bobby Nasution berharap agar ASN dan P3K mengenakan pakaian adat yang sesuai dengan etnisnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved