Breaking News:

BIADAB, Seorang Ayah di Madina Rudapaksa Putri Kandungnya, Korban Dicekoki Film Dewasa

AH (42) warga Kecamatan Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, babak belur diamuk massa.

Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MADINA - AH (42) warga Kecamatan Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, babak belur diamuk massa.

Tak hanya itu, ia pun diantarkan warga ke Polres Madina untuk diproses lebih lanjut.

Pria 42 tahun itu tak kuasa menahan nafsunya hingga nekat meniduri putri kandungnya yang diketahui berusia 14 tahun.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Medan, awalnya AH memberikan tontonan film dewasa kepada putri tersebut.

Diduga putrinya yang memasuki usia remaja itu terangsang hingga masuk ke kamar. Melihat gelagat putrinya, AH menunggu kondisi rumah sepi.

Kasat Reskrim Polres Madina AKP Azwar yang dihubungi Tribun Medan pada Jumat (24/9/2021) mengatakan, bahwa pelaku yang merupakan ayah kandung korban sengaja memperlihatkan anaknya film dewasa melalui smartphone.

"Pelaku ini memantau gerak-gerik putrinya hingga didapati putrinya terangsang di kamar. Besok harinya, istri pelaku pergi dan anak perempuan pertamanya pergi jualan. Di rumah tinggal mereka berdua," katanya.

Lanjut Azwar, di hari itu, pelaku langsung memanggil putrinya itu ke kamarnya dan menggaulinya.

"Putrinya yang tidak berani melawan kemudian beralasan haus jadi harus berhenti. Si pelaku kemudian membiarkan putrinya keluar kamar untuk minum dan disaat kesempatan itu dimanfaatkan korban untuk lari dan mengadu ke kakaknya yang saat itu berada di warungnya," ungkapnya.

Sontak kakaknya yang mendengar cerita adiknya itu pun memberitahukan kepada warga hingga pelaku menjadi bulan-bulanan warga.

Tak hanya itu, pelaku pun akhirnya diserahkan warga ke polisi untuk ditindaklanjuti.

Terpisah, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sumut, Muniruddin Ritonga yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya juga telah mendapat kabar tersebut.

"Kejadian itu sangat kita sayangkan. Kami bersama ketua umum bapak Arist Merdeka Sirait akan ke Madina. Kita akan melihat langsung kondisi anak dan kita akan memberikan bantuan seperti konseling dan keperluan yang nantinya dibutuhkan anak dalam penanganan kasus ini," pungkasnya.

(mft/TRIBUN-MEDAN.COM)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved