Breaking News:

Deliserdang PPKM Level 1, Pemkab Minta Camat dan Satgas Tak Longgarkan Pengawasan

Camat di kumpulkan agar Satgas tingkat kecamatan dapat memantau situasi yang ada di wilayah masing-masing.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRI BUN MEDAN/Indra Gunawan
Asisten I Sekdakab Deliserdang Citra Efendy Capah 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Pemkab Deliserdang berusaha untuk tetap mempertahankan kondisi level 1 dan zona kuning yang saat ini di dapatkan oleh Kabupaten Deliserdang. 

Karena tidak mau berada di level yang lebih tinggi dan zona orange maupun zona merah, Pemkab pun mengumpulkan para camat. 

Camat dikumpulkan agar Satgas tingkat kecamatan dapat memantau situasi yang ada di wilayah masing-masing.

"Kita sadar saat ini ada euforia dari masyarakat sepertinya setelah kita berada di level 1. Euforia itu enggak terbendung dan membuat masyarakat kegirangan kesenangan sehingga langsung melonggarkan prokes. Ini yang tidak boleh terjadi karena Prokes harus tetap,"ucap Asisten I Pemkab Deliserdang, Citra Efendy Capah Jumat, (24/9/2021).

Citra yang juga merupakan Sekretaris Satgas Covid Kabupaten Deliserdang ini menyebut begitu ada pemberitaan Deliserdang berada di level 1 dan zona kuning langsung menyebar ke masyarakat. Kegiatan pesta juga dilihat sudah kembali digelar. Rapat dilakukan agar nantinya melalui Kades, Kepala Dusun maupun perangkat desa lainnya dapat merubah prilaku masyarakat yang sudah mau mulai melonggarkan prokes. 

"Prokes ini harus tetap kita jaga agar bisa jadi pandemi ini menjadi pendemi dikemudian hari. Kalau endemi sudah jadi penyakit biasa meskipun Covid ini masih tetap ada. Penegakan prokes harus tetap dilakukan oleh Kecamatan termasuk operasi Yustisi. Instruksi Bupati harus tetap diikuti," kata Citra. 

Kebijakan dan langkah baru pun dikeluarkan Pemkab saat ini agar hal yang ditakuti bersama tidak terjadi dikemudian hari. 

Untuk kegiatan vaksinasi terus dilakukan mengingat antusiasme masyarakat juga cukup tinggi. 

Pemkab tidak ingin menyetok atau membuat cadangan untuk kepentingan dosis vaksin kedua.  

"Kalau kemarin misalkan kita dapat jatah dosis vaksin lima ribu, itu yang bisa disuntik hanya 2.500 nya saja karena separuhnya itu memang harus disipkan untuk dosis kedua. Sekarang ini tidak seperti itu lagi jadi semua harus disuntikkan karena Pemerintah Pusat sudah berjanji stok kita habis akan dikirim lagi. Sekarang dihabiskan jangan ada dicadangkan, karena minat yang mau vaksin juga juga tinggi," ucap Citra. 

Untuk kegiatan tracing, lanjut Citra, tetap dilakukan dengan target 14 orang setiap ada satu kasus terkonfirmasi. 

Begitu ada yang positif 14 orang yang punya kontak erat harus dilacak. 

"Begitu juga dengan testing tetap harus dilakukan dengan jumlah testing 1665 orang perhari untuk seluruh Kecamatan. Ini sudah ada pembagiannya untuk masing-masing Kecamatan," kata Citra. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved