Breaking News:

Selidiki Kejiwaan Peneror Bom Palsu, Polisi Bawa Pelaku ke RSJ Ildrem Medan

Kanit Jahtanras Satreskrim Polres Pematangsiantar Ipda Moses Butarbutar mengatakan yang bersangkutan dibawa ke RSJ untuk menjalani observasi kejiwaan.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/Alija Magribi
Polisi memboyong Reno Ryanda untuk gelar rekonstruksi awal mula teror bomdi taman kehat 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Reno Ryanda, pelaku teror bom di dekat Taman Hewan Pematangsiantar beberapa waktu lalu kini dibawa ke RSJ Prof Dr M Ildrem di Medan.

Hal ini merupakan tindak lanjut penyelidikan terhadap Reno Rianda yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kanit Jahtanras Satreskrim Polres Pematangsiantar Ipda Moses Butarbutar mengatakan yang bersangkutan dibawa ke RSJ untuk menjalani observasi kejiwaan.

Baca juga: Baru Sekali Nikah dan Hanya Bertahan Sebulan, Artis Ini Ternyata Masih Janda Sejak 2009 hingga Kini

"Jumat (24/9/21) pagi tadi, Reno kita bawa dia ke Rumah Sakit Jiwa di Kota Medan," kata Moses guna melengkapi berkas perkara penyidikan teror bom palsu tersebut.

Berkas penyidikan Reno sendiri sebelumnya telah dikembalikan oleh jaksa Kejari Pematangsiantar ke Satreskrim Polres Pematangsiantar lantaran dinilai belum lengkap. 

Oleh sebab itu, Reno harus menjalani observasi selama 14 hari ke depan dengan psikiater RSJ Prof Dr M Ildrem Medan untuk melihat status kejiwaannya selama ini.

Sementara itu  Pascapenangkapan yang dilakukan polisi terhadap Reno Ryanda , banyak masyarakat angkat bicara. 

Salah satunya adalah aktivis Togu Simorangkir yang menilai benar bahwa Reno Ryanda merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ. 

Tambah lagi, bekas jiran tetangga Reno Ryanda di Jalan Nusa Indah, juga telah membuat petisi atau mengumpulkan tanda tangan membenarkan bahwasanya Reno Ryanda benar mengalami gangguan kejiwaan.

Baca juga: Deliserdang PPKM Level 1, Pemkab Minta Camat dan Satgas Tak Longgarkan Pengawasan

Reno Ryanda sendiri dalam proses penyidikan mendapatkan bantuan hukum dari Komunitas Rumah Langit, dengan penasihat hukum Roy Yantho Simangunsong SH.

Sebelumnya, Roy Simangunsong sempat mengatakan, upaya yang dilakukan untuk membebaskan Reno dari jeratan hukum adalah dengan memeriksa kejiwaanya.

"Kami sudah menyerahkan surat kepada Kapolres Siantar untuk memohon dilakukan observasi kepada klien kami (Reno Ryanda)," ujar Roy yang ditemui beberapa waktu lalu di PN Siantar seusai bersidang.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved