Breaking News:

SOSOK Awi, Pengusaha yang Sukses Perkenalkan Kopi Citarasa Lokal ke Mancanegara

Selain itu, Awi juga mampu berkiprah go Internasional dengan melakukan pameran produk di Jepang pada tahun 2018/2019.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Ayu Prasandi
HO
Awi Pengusaha Yang Sukses Perkenalkan Kopi Citarasa Lokal ke Mancanegara 

"Waktu sekolah engineering dan bekerja sebagai engineer itu dua hal yang berbeda. Dulu kita suka engineering karena kita suka fisika, matematika, kimia, dan saya sangat suka merancang otak kita untuk berpikir," kenang Awi. 

"Begitu kita menjadi seorang insinyur disana, yang kita kerjakan itu hanya rutinitas dan menurut saya itu sangat membosankan sekali, sangat berbeda dengan apa yang kita pelajari di sekolah. Kenapa aku dibutuhkan untuk tanda tangan karena ijazah saya. Jadi aku selama satu tahun bekerja, aku resign dan mencoba untuk bekerja di perbankan dan investasi," jelasnya. 

Merasa berkarir di Singapura tidak seperti yang ia harapkan, dengan berat hati akhirnya Awi kembali ke Indonesia. 

Baca juga: Rektor Minta Dosen USU Utamakan Pembelajaran Praktikum

Malu dan kecewa ternyata sempat Awi persiapkan saat akan balik ke tanah air. Bahkan ia tak dapat memungkiri ada beberapa orang yang mempertanyakan alasannya kembali ke Indonesia.

"Waktu sebulan setelah kepulangan itu arah hidup gak jelas. Gak tahu mau kemana, pergi sebagai penerima beasiswa, pulang sebagai pengangguran. Ya cukup stress waktu pulang," beber Awi.

Namun beruntungnya, Awi didukung penuh oleh keluarga yang mensupport dirinya yang tetap menerima Awi. 

"Keluarga tetap menerima saya apa adanya, mereka juga tidak malu kalau saya pulang. Saya juga merasa tidak malu lagi untuk mengatakan kepada teman-teman," ujarnya.

"Sekarang dimana-mana kartu nama saya tidak pernah saya pakai gelar, hanya Awi saja. Karena saya tidak butuh itu lagi tapi skill," tambah Awi.

Dalam kehilangan arah itu, hal yang membuat Awi semangat saat orangtuanya menariknya untuk bangkit dan belajar untuk berproses hingga mampu sukses seperti saat ini.

"Saya ingat orang tua saya mengajak 'yok, kita mulai lagi. Tapi seiring waktu banyak yang diajarkan papa saya. Memang sepanjang perjalanan kita juga alami perbedaan pendapat tapi papa saya selalu menyuruh saya ambil keputusan, tapi seringkali saya gak dengar keputusan dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved