Breaking News:

Berikut Ini Alasan Bobby Nasution Terbitkan Kebijakan Pakai Baju Adat di Setiap Hari Jumat

Wali Kota Medan, Bobby Nasution telah mengeluarkan kebijakan mewajibkan ASN dan P3K untuk mengenakan pakaian adat saat bekerja.

Editor: jefrisusetio
Dok. Humas Pemko Medan
Bobby Nasution dan istri Kahiyang Ayu mengunjungi Toko Rumah Uis yang langsung disambut pemiliknya Averiana Barus di Jalan Jamin Ginting Medan, Jumat (10/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Nasution telah mengeluarkan kebijakan mewajibkan ASN dan P3K untuk mengenakan pakaian adat saat bekerja. Kebijakan itu berlaku untuk setiap hari Jumat. 

Tidak sedikit pelaku UMKM di Kota Medan merasa senang dan bahagia atas kebijakan tersebut. Sebab, mereka merasa punya harapan di tengah pandemi Covid-19. 

Melalui kebijakan yang termuat dalam Surat Keputusan Wali Kota Medan Nomor 025/02.K/VIII/2021 tentang Pakaian Dinas dan Atribut Pakaian Dinas Harian Khas Daerah di Lingkungan Pemko Medan ini, Bobby Nasution juga menginginkan dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM yang memproduksi pakaian adat daerah. Artinya kebijakan menantu Presiden Joko Widodo tersebut tidak hanya memberikan penguatan nilai budaya saja, tapi juga penguatan nilai ekonomi.

"Dengan kebijakan ini saya ingin membangkitkan dan melestarikan kembali kebudayaan yang beragam di Kota Medan. Disamping itu saya juga ingin mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM atau pengrajin yang memproduksi pakaian adat daerah", Kata Bobby Nasution baru - baru ini.

Menurut Bobby Nasution, Kota Medan merupakan kota yang multikultural dengan keberagaman budaya di Medan maka akan menjadi kekuatan yang besar untuk mempercepat pembangunan. Oleh karena itu dengan kebijakan ini Bobby Nasution menghimbau agar seluruh ASN dan P3K tidak hanya menyewa, tetapi datang langsung dan membeli baju adat di pelaku UMKM.

"Saya menghimbau para ASN dan P3K untuk dapat mengenakan dan membeli langsung pakaian adat ke pelaku UMKM yang ada di kota Medan. Dengan membeli tentunya akan membantu para pelaku UMKM yang terdampak di masa Pandemi Covid-19," ujarnya. 

Kebijakan Wali Kota Medan terkait ASN dan P3K mengenakan baju adat mendapat dukungan dan apresiasi dari Dosen Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, Dian Marisha S.S M.Si.

Menurutnya kebijakan tersebut sangat tepat karena dapat menumbuhkan kembali nilai kebudayaan khususnya bagi generasi muda. Artinya dengan kebijakan baju adat para ASN dan P3K secara otomatis akan memperkenalkan kebudayaan kepada generasi muda Kota Medan.

"Nilai kebudayaan ini minimal diperkenalkan di lingkup yang paling kecil yakni keluarga. Artinya dengan kebijakan ini paling tidak ASN dan P3K setiap minggunya akan mengenalkan kebudayaan kepada keluarganya khususnya anak yang ada di rumahnya," Jelasnya.

Selain itu menurut Dian Marisha Putri, dampak positif dari kebijakan Wali Kota Medan ini adalah pelaku UMKM, terutama pengrajin pakaian adat. Sebab mereka akan lebih terbantu di masa Pandemi Covid-19. Tentunya himbauan Wali Kota agar ASN dan P3K untuk membeli pakaian adat ke pelaku UMKM dapat dijalankan guna membantu mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved