Breaking News:

Pengin Covid-19 Segera Berakhir, Bobby Nasution Terus Perkuat Pendataan, Begini Teknisnya

Wali Kota Medan, Bobby Nasution akan terus melakukan evaluasi dan mengupdate data kasus Covid-19 setiap harinya.

Editor: jefrisusetio
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau lokasi yang direncanakan akan jadi lokasi isolasi terpusat (isoter) di samping Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (22/9/2021).  

Penurunan kasus aktif ini juga selaras dengan semakin meningkatnya kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Medan. Tertanggal 14 September 2021, pasien yang sembuh sebanyak 238 orang , selang sehari kemudian, 15 September 2021, pasien sembuh sebanyak 183 pasien.

Sementara itu, untuk data terkait pasien yang dirawat di  rumah sakit hingga 15 September 2021  tercatat sebanyak 390 orang. Lalu,  pasien yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 1.057 orang, sedangkan pasien yang menjalani isolasi di lokasi isolasi terpusat (isoter) sebanyak 55 orang.

Upaya Bobby Nasution yang  terus memperkuat pendataan Covid-19 di Kota Medan dinilai sangat positif  pengamat kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr dr Delyuzar M Ked (PA) Sp PA (K).

“Data itu sangat  perlu untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya dan strategi apa yang dilakukan ke depannya dalam menangani Covid-19. Jadi, data itu harus klop sehingga tidak terjadi perselisihan.  Pemko Medan harus selalu dan terus memperkuat data yang ada,” kata Delyuzar.

Selanjutnya, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Medan berharap agar  Pemko Medan harus terus aktif  melaporkan data jumlah perkembangan konfirmasi Covid-19 dan data yang dilaporkan telah diverifikasi. Delyuzar menilai, terjadinya perselisihan data ini bisa saja terjadi karena standar dan indikatornya berbeda. Jika indikatornya sama, jelansnya, tentu angka kumulatif di Sumut dan Kota Medan sama.

“Update data  dengan benar. Sebab, data ini  nantinya yang dilihat masyarakat sehingga mereka lebih awas dalam menyikapi jumlah kasus aktif.  Apabila data  menunjukkan terjadinya penurunan, harus disertai dengan  infomrasi dan imbauan agar  tidak boleh abai protokol kesehatan (prokes).  Jika kita abai dan melonggarkan prokes, takutnya akan terjadi kenaikan kembali. Itu harus ada di dalam pemberian informasi data,” sarannya. 

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved