Breaking News:

Sindikat Pengedar Ekstasi

Bebas Februari Lalu, Residivis Kurir Ekstasi Ditangkap Lagi Bersama Barbuk 200 Butir

Petugas Sat Res Narkoba Polres Labuhanbatu membekuk sindikat pengedar ekstasi dengan barang bukti 200 butir

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
HO
Kasat Res Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu saat menunjukkan barang bukti 200 butir pil ekstasi yang disita dari tersangka Ewin (kiri), Minggu (26/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,LABUHANBATU- EPH alias Ewin baru saja bebas dari penjara pada Februari 2021 lalu dalam kasus kepemilikan narkotika.

Setelah keluar dari penjara, ternyata Ewin tak juga kapok.

Warga Rantauprapat ini kembali beraksi, dan berniat mengedarkan ekstasi di kampungnya.

Kasat Res Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu mengatakan, tersangka Ewin diamankan saat melintas di Jalan Sirandorung, Ranatuparapat pada dinihari tadi sekira pukul 00.35 WIB.

Baca juga: Ngaku Dijebak Tetangga Antar Ratusan Ekstasi, Yustanti Pasrah Divonis 10 Tahun Penjara

Mulanya, polisi mendapat informasi bahwa Ewin kembali terlibat dalam bisnis jual beli narkotika.

Atas laporan itu, polisi bergerak mencari keberadaan Ewin.

Saat pelaku melintas di Jalan Sirandorung mengendarai motor Honda Scopy BK 6785 miliknya, petugas yang dipimpin Kanit Idik I Sat Res Narkoba Polres Labuhanbatu, Ipda Sarwendi Manurung melakukan pencegatan.

"Ketika digeledah anggota, ditemukan barang bukti pil ekstasi seberat 60 gram, atau jumlah keseluruhannya 200 butir," kata Martualesi, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Jualan Ekstasi Dalam Kemasan Kopi Saset, Pasutri Dibekuk Polisi di Kelurahan Pulo Brayan

Atas temuan itu, polisi langsung membawa Ewin ke mako.

Dari pengakuan Ewin, ekstasi didapat dari gembong yang ada di Kota Medan.

Selama ini, Ewin memesan barang dengan cara menghubungi sang bandar.

"Tim sempat melakukan pengembangan dengan menghubungi pemasok. Namun nomor yang diberikan tersangka sudah tidak aktif," kata mantan Wakapolsek Medan Barat ini.

Baca juga: Pasutri Pengedar Ekstasi Buka Suara, Dapat Pasokan dari Mafia di Capital Building

Dari pengakuan Ewin, sebelumnya dia sudah berhasil mengedarkan 20 butir pil ekstasi di Rantauprapat dengan upah Rp 450.000.

Namun, kta Martualesi, pada momen pengiriman kedua ini, tersangka dijanjikan upah Rp 1,5 juta.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 114 subsidair Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved