Breaking News:

Paripurna P. APBD 2021 Berlanjut, Pemko Medan Targetkan Angka Kemiskinan turun di akhir tahun 2021

Pemerintah Kota Medan manargetkan angka kemiskinan pada akhir tahun 2021 turun 0,12 persen dari 8,1 persen di tahun 2020.

Editor: jefrisusetio
TRIBUN MEDAN / HO
Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Kota Medan manargetkan angka kemiskinan pada akhir tahun 2021 turun 0,12 persen dari 8,1 persen di tahun 2020. Jadi, angka kemiskinan diproyeksikan terkerek menjadi 7,98 persen pada akhir 2021. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman saat menanggapi pandangan umum fraksi PDI-P di Gedung DPRD Kota Medan

"Upaya yang sudah dilakukan dalam  penanggulangan kemiskinan seperti bantuan dan beasiswa terhadap siswa miskin agar tidak putus sekolah, pelatihan keterampilan dan bantuan bagi warga kurang mampu, pemberian bantuan asupan pangan bagi keluarga rawan pangan serta jaminan kesehatan gratis bagi keluarga kurang mampu," Kata Wali Kota Medan Bobby Nasution yang disampaikan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman menanggapi Pemandangan Umum Fraksi PDI-P dalam sidang Paripurna dengan agenda Nota Jawaban Kepala Daerah Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD kota Medan terhadap Rancangan Peraturan Daerah  (Ranperda) Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P.APBD) Tahun anggaran 2021 di ruang Sidang Paripurna DPRD. 

Dalam sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE dan dihadiri Para Wakil Ketua DPRD dan sejumlah Anggota DPRD Medan ini, Wakil Wali Kota Medan juga menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi PDI-P terkait dengan Strategi dan langkah yang dilakukan Pemko Medan untuk menjaga Laju Pertumbuhan ekonomi.

Dijelaskan Aulia Rachman, bahwa langkah dan strategi Pemko Medan untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi kembali normal dan juga mengatasi pengangguran antara lain dengan memperbanyak kegiatan pelatihan di bidang peningkatan SDM dan ketenagakerjaan baik formal maupun informal. Hal ini dapat dilakukan Melalui kerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Tenaga Kerja (BBPLK) untuk membuat Skill Development Center (SDC).

"Strategi yang dilakukan adalah dengan  mendirikan talent hub dimana akan menjadi solusi menciptakan peluang pekerja mandiri dengan berwirausaha. Selain itu creative hub juga akan  dilakukan agar diketahui potensi di wilayah sehingga akan mendorong kreativitas masyarakat. Sedangkan untuk mengatasi tingkat inflasi adalah dengan melaksanakan pasar murah di 21 kecamatan untuk dapat mengontrol harga dan juga memastikan barang-barang kebutuhan masyarakat," Jelas Aulia Rachman sembari mengungkapkan Pemko Medan Juga akan memberikan bantuan kepada Pelaku UMKM.

Untuk Optimalisasi pelaksanaan vaksin Covid-19 dan ketersediaan vaksin, Aulia Rachman menjelaskan Pemko Medan terus berkoordinasi dengan kementerian kesehatan untuk mendapatkan alokasi vaksin, sebab saat ini Pemko Medan terus gencar melakukan Vaksinasi di Seluruh Puskemas di Kota Medan

"Dalam rangka pengendalian penyebaran maupun penanganan pasien Covid-19 telah dilakukan program 3T( Test-Tracing-Treatment) yang juga melibatkan TNI-POLRI. Selain itu Pemko Medan juga telah menyediakan tiga lokasi terpusat yakni gedung P4TK, hotel Sochi, dan KM. Bukit Raya dimana layanan pada isolasi terpusat di berikan secara gratis," Ujar Aulia Rachman menanggapi Pemandangan Umum Fraksi PDI-P.

Selanjutnya menanggapi Pemandangan Umum Fraksi Partai Gerindra, terkait dengan langkah-langkah realisasi PAD, Aulia Rachman mengungkapkan bahwa penurunan penerimaan dari sektor pajak daerah terjadi sepanjang tahun ini masih terjadi pandemi covid-19 yang menimbulkan dampak ekonomi terhadap ekonomi usaha tentang pemberantasan jam operasional usaha diikuti dengan penutupan tempat hiburan, sehingga berakibat pada penurunan drastis omzet pendapatan pelaku usaha.

"Pemko Medan memiliki langkah untuk meningkatkan PAD, diantaranya menambah opsi layanan untuk memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam melakukan pembayaran pajak daerah. Selain itu melaksanakan pendataan ulang terhadap wajib pajak maupun jenis usaha yang merupakan objek pajak daerah dengan membentuk tim percepatan untuk meningkatkan optimalisasi pendapatan daerah," ujar Wakil Wali Kota Medan.

Aulia Rachman menambahkan Pemko Medan juga akan memberikan bantuan usaha kepada UMKM, dalam penanganan dampak ekonomi dengan penggunaan dana belanja tidak terduga tahun anggaran 2021 sebesar Rp 11 milyar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved