Breaking News:

Terkenang Sang Ayah H Anif, Ijeck Meneteskan Air Mata Resmikan Masjid Raya Al-Musannif di Tabuyung

Ijeck bercerita bagaimana kisah Sang Ayah H Anif dan dirinya bisa sampai ke Desa Tabuyung ini

TRIBUN MEDAN/HO
Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck) meresmikan Masjid Raya Al-Musannif di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Minggu (26/9/2021). Pembangunan masjid ini sudah dirintis oleh almarhum orang tuanya H Anif dari semasa hidup.  

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah kembali melakukan peresmian Masjid Al-Musannif yang telah dirintis oleh almarhum orang tuanya H Anif, Minggu (26/9/2021).

Kali ini masjid yang diresmikan adalah Masjid Raya Al-Musannif di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Gadis Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekaligus menjadi Masjid Al Musannif yang ke 24 dari rencana 99 masjid.

Berbeda dengan peresmian yang telah dilakukan sebelumnya, pada peresmian kali ini, Ijeck sapaan Musa Rajekshah tak kuasa menahan haru. Banyaknya kenangan dan perjuangan dari ayahandanya di desa ini membuat ia tak kuasa menahan air mata saat proses peresmian dilakukan.

Ijeck bercerita bagaimana kisah Sang Ayah H Anif dan dirinya bisa sampai ke Desa Tabuyung ini.

"Memang semuanya, langkah rezeki dan maut adalah rahasia Allah, tidak ada satupun manusia yang bisa memastikannya," ungkapnya.

Masjid Raya Al-Musannif di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Minggu (26/9/2021). Pembangunan masjid ini sudah dirintis oleh almarhum H Anif dari semasa hidup.
Masjid Raya Al-Musannif di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Minggu (26/9/2021). Pembangunan masjid ini sudah dirintis oleh almarhum H Anif dari semasa hidup. (TRIBUN MEDAN/HO)

Ia mengatakan, kedatangannya pertama kali ke Kecamatan Muara Batang Gadis bersama H Anif berlangsung pada tahun 1992 yang dimulai dari Desa Singkuang. Lalu pada tahun 1997, mereka baru masuk ke Desa Tabuyung ini.

Karenanya, jelas Ijeck banyak kesan yang dirasakannya secara pribadi dari sosok orang tuanya almarhum H Anif. Termasuk bagaimana ayahnya ikut berperan dalam memperjuangkan berdirinya Kabupaten Mandailing Natal dari sebelumnya masih menjadi bagian Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Alhamdulillah orang tua saya ikut memperjuangkan. Begitu juga dengan berdirinya hutan nasional, karena orang tua saya menginginkan bagaimana agar Madina ini hutannya jangan sampai semuanya rusak," jelasnya.

Kemudian, terangnya, kampung ini dulunya juga belum ada berdiri pohon sawit, dan usaha yang mereka dirikan saat pertama kali masuk adalah sarang burung walet. Tapi berjalannya waktu Sang Ayah H Anif menyampaikan kepadanya, kalau lah seandainya masyarakat di sini tidak beralih mata pencariannya dari nelayan, maka nanti akan susah karena semakin susah mencari ikan.

"Jadi mulai lah beliau mendirikan usaha kebun sawit, walaupun banyak fitnah yang datang. Tapi sekarang masyarakat sudah melihat dan merasakan (hasil perkebunan sawit) bahkan sudah banyak yang mempunyai kebun pribadi," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved