Breaking News:

Bantu Petani di Masa Pandemi Covid-19, Pemkab Taput Salurkan Bibit Jagung Unggul dan Bersertifikasi

Pemberian bibit unggul dan bersertifikasi tersebut, ia menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Kabupaten Taput adalah petani.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/ IST
Penyerahan bibit jagung unggul dan bersertifikat, Bupati Taput Nikson Nababan didampingi Kepala Dinas Pertanian Sey Pasaribu, di Gedung Sopo Partungkoan Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (25/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) berupaya mengembangkan pertanian di masa pandemic Covid-19 melalui penyajian bibit unggul dan bersertifikasi bagi petani. Tak hanya itu, Pemkab Taput juga berikan alat mesin pertanian (alsintan).

Bupati Taput Nikson Nababan menyampaikan bahwa bantuan benih jagung dan alat mesin pertanian oleh Bupati Taput bersumber dari APBN dan APBD Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Anggaran 2021. 

“Maksud dan tujuan penyerahan benih jagung dan alat mesin pertanian ini adalah untuk membantu para petani dan kelompok tani di Kabupaten Tapanuli Utara dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produk petani supaya hasil pertanian lebih meningkat dengan jasil yang memuaskan. Hal ini diperuntukkan kepada petani dan kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan benih dan alsintan,” ujar Bupati Taput Nikson Nababan kepada tribun-medan.com, Senin (27/9/2021).

Pemberian bibit unggul dan bersertifikasi tersebut, ia menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Kabupaten Taput adalah petani.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa sebagian besar masyarakat kita adalah petani. Petani dalam usaha taninya tidak terlepas dari kebutuhan akan sarana produksi pertanian berupa benih unggul maupun alat mesin pertanian,” sambungnya.

Ia berharap, pemberian bibit unggul dan alsintan tersebut guna mendukung visi pembangunan Pemkab Taput, yaitu  menjadikan Tapanuli Utara sebagai lumbung SDM yang berkualitas serta daerah tujuan wisata.

“Secara khusus pada masa pandemi Covid-19, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar. Sehingga sangat diperlukan ketersediaan benih unggul dan alat mesin pertanian, dimana ketersediaan benih unggul khususnya benih jagung dan alat mesin pertanian merupakan program Pemerintah untuk meningkatkan swasembada pangan,” sambungnya. 

Ia yakni, penggunaan benih unggul bersertifikat dan bermutu menjamin keberhasilan usaha tani. Komoditas jagung terus mengalami perluasan pasar dan menjadi komoditas unggulan bagi petani, sehingga diperlukan penggunaan benih jagung hibrida berkualitas dalam mendukung peningkatan produksi hasil komoditi jagung khususnya di Kabupaten Taput.

“Alat dan mesin pertanian memiliki berbagai peranan dalam usaha pertanian , antara lain meningkatkan kapasitas kerja sehingga luas tanam dan intensitas tanam, eksistensifikasi tanam dapat meningkat dan meningkatkan kualitas sehingga ketepatan dan keseragaman proses  dan hasil dapat diandalkan serta mutu terjamin,” terangnya.

"Penerima manfaat adalah kelompok tani atau  kelompok tani yang bergabung dan bekerjasama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha. Menggunakan benih jagung dan alat mesin pertanian yang diterima untuk kepentingan kelompok tani, memelihara alat dan mesin pertanian agar beroperasi dengan baik, memanfaatkan bibit tanaman dengan baik. Berkoordinasi dengan aparat desa dan petugas penyuluh pertanian apabila ada masalah dibidang pertanian. Dan berharap sasaran produksi yang telah ditargetkan dapat tercapai," sambungnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved