Breaking News:

Cemburu Buta Berujung Maut

KELUARGA Korban Penyiraman Air Keras Sempat Tak Ingin Buat Laporan ke Polisi

Keluarga korban sempat enggan membuat laporan ke polisi karena sudah mengikhlaskan kepergian almarhumah, Syahbillah Nur Rohimah.

TRIBUN MEDAN/ALVI SUWITRA
Ayah Korban, Legimin saat diwawancarai dirumahnya di Jalan Sejati Kecamatan Medan Polonia, Senin (26/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Keluarga korban sempat enggan membuat laporan ke polisi karena sudah mengikhlaskan kepergian almarhumah, Syahbillah Nur Rohimah, (15) yang meninggal usai disiram air keras oleh tersangka, Putra Nakula di Kuburan Cina, Jalan Stasiun, Kecamatan Delitua.

"Saya awalnya enggak mau membuat laporan, sudah ikhlas lah. Saya enggak mau anak saya di bedah - bedah (autopsi), " Ujarnya Ayah Korban, Legimin saat ditemui di kediaman rumahnya di Jalan Sejati, Gang Imam Kecamatan Medan Polonia, Senin (27/9/2021).

Akan tetapi, keluarga mendapat dorongan dari warga untuk mengungkap kematian korban yang dinilai tak wajar.

"Kami ini dapat tekanan dari warga. Kalau anak bapak enggak dilaporkan, nanti bapak juga yang di cari. Apabila nanti sempat ditanya wartawan. Di kasih tau ada pembunuhan terpaksa dibongkar lagi kuburannya. Kan anak awak tersiksa, " Ucapnya sembari mengikuti ucapan warga.

Ia pun kemudian menuruti keinginan tersebut untuk melaporkan kepada polisi.

Legimin sempat melaporkan ke Polsek Patumbak.

Sebab, lokasi kejadian merupakan perbatasan antara Polsek Patumbak dan Polsek Delitua.

"Lalu kami ke Polsek Patumbak, karena lokasi penyiraman itu dekat kolam renang. Rupanya dekat dengan pembuangan sampah. Jadi itu masuk Polsek Delitua. Jadi kami digiring ke Polsek Delitua, " Jelasnya.

Disitu Legimin membuat laporan ke Polsek Deli Tua.

Sementara pelaku ataupun saksi utama dibawa polisi ke lokasi kejadian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved