Breaking News:

M Syahrial Divonis 2 Tahun, Pemprov Sumut Masih Tunggu Penunjukkan Wali Kota Tanjungbalai Defenitif

Menurut Rasyid, apabila status hukum kasus yang menjerat Syahrial memang telah berkekuatan hukum tetap.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Ayu Prasandi
HO
Kabag Otonomi Daerah Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Sumut, Ahmad Rasyid Ritonga. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara masih menunggu status hukum Wali Kota Tanjungbalai Non Aktif, M Syahrial hingga benar-benar inkrah.

Diketahui pada Senin (20/9/2021) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan telah menjatuhi hukuman dua tahun penjara kepada Syahrial, karena terbukti bersalah menyuap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AKP Stepanus Robin Pattuju untuk mengamankan kasus suap lelang jabatan di Pemko Tanjungbalai.

Baca juga: DULU Dul Tabrak 7 Orang, Ahmad Dhani Curhat Bisnis Karaokenya Tutup, Karyawan Terpaksa Dipecat

"Belum tentu inkrah kan. Kita akan cek. Apakah ada banding di tingkat pertama, karena bisa saja diusulkan kan?" sebut Kepala Bagian (Kabag) Otonomi Daerah Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sumut, Ahmad Rasyid Ritonga, Senin (27/9/2021).

Menurut Rasyid, apabila status hukum kasus yang menjerat Syahrial memang telah berkekuatan hukum tetap.

Maka pihaknya tidak ragu untuk mengusulkan penunjukkan Plt Wali Kota Tanjungbalai, Waris Thalib sebagai pejabat defenitif.

"Nunggu kekuatan hukum tetap. Kami masih menunggu," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku akan menindaklanjuti penunjukkan kepala daerah defenitif di Tanjungbalai.

Namun, sambungnya, ada proses yang harus dilakukan Pemprov Sumut, hingga akhirnya bisa melantik Wali Kota Tanjungbalai defenitif.

"Berarti kita tindak lanjuti wakil bupati/wakil wali kota menjadi bupati/ wali kota. Tapi kita tunggu SK dari Mendagri," sebut Edy, di Hotel Aston Medan, Senin.

Baca juga: Sedikit Orang Tahu, Artis Jessica Mila Ungkap Sakitnya Saat Penyakit Skoliosis yang Diderita Kambuh

Sebelumnya, usai majelis hakim memvonis M Syahrial dengan hukuman dua tahun penjara, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Agus Prastya menyatakan pikir-pikir atas putusan hukum tersebut.

"Kami menyatakan sikap akan pikir-pikir," ujar Agus, Senin (20/9/2021) lalu.

Sementara, penasehat hukum M Syahrial, Ahmad Irman mengatakan pihaknya menghormati sepenuhnya putusan hakim.

"Kami menghormati putusan hakim," sebut Irman.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved